Vaksinasi Covid19
Perlu Dosis Booser, Perlindungan Vaksin Moderna Disebut Berkurang Seiring Waktu
Moderna melaporkan data baru dari uji coba besar vaksin Covid-19 (MRNA.O) menunjukkan bahwa perlindungan vaksin tersebut berkurang seiring waktu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Botol-vaksin-Moderna.jpg)
Dalam periode dua bulan dari Juli-Agustus, para peneliti mengidentifikasi 88 kasus Covid-19 di antara mereka yang mendapat dua dosis vaksin baru-baru ini, dibandingkan dengan 162 kasus di antara mereka yang divaksinasi tahun lalu.
Secara keseluruhan, hanya 19 kasus Covid-19 yang dianggap parah, yang kemudian menjadi tolok ukur utama dalam menilai perlindungan vaksin menurun.
Moderna mengatakan bahwa ada kecenderungan tingkat kasus parah yang lebih rendah di antara yang baru saja divaksinasi, meskipun temuan itu tidak signifikan secara statistik.
Data dari studi terpisah yang dipresentasikan pada hari Rabu yang dilakukan bersama sistem kesehatan Kaiser Permanente Southern California, menunjukkan bahwa vaksin Moderna terus menunjukkan kinerja baik terhadap varian Delta.
Baca juga: Daftar 5 Vaksin Covid-19 yang Diklaim Miliki Efikasi Tertinggi di Dunia, Ada Pfizer hingga Moderna
Para peneliti telah membandingkan data dari lebih 352.000 orang yang mendapat dua dosis vaksin Moderna dengan jumlah individu yang tidak divaksinasi yang sama.
Mereka menemukan bahwa vaksin Moderna 87 persen efektif mencegah diagnosis Covid-19, dan 96 persen efektif mencegah rawat inap.
Hoge mengatakan kinerja awal vaksin Covid-19 Moderna itu kuat, tetapi ia berpendapat bahwa perlindungan tidak boleh dibiarkan berkurang.
"Enam bulan pertama sangat bagus, tetapi Anda tidak dapat mengandalkan itu menjadi stabil hingga satu tahun dan seterusnya," katanya. (*)
Berita lainnya terkait vaksinasi Covid-19
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Perlindungan Vaksin Covid-19 Moderna Berkurang, Dosis Booster Diperlukan