Sabtu, 18 April 2026

Vaksinasi Covid19

Perbandingan Vaksin Covid-19 Moderna, Pfizer, dan Johnson&Johnson: Dosis hingga Peringatannya

Berikut ini perbandingan vaksin Covid-19, yakni Moderna, Pfizer, hingga Johnson & Johnson.

Tayang:
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
zoom-inlihat foto Perbandingan Vaksin Covid-19 Moderna, Pfizer, dan Johnson&Johnson: Dosis hingga Peringatannya
AFP/Fred Tanneau
Dalam arsip foto yang diambil pada 29 Juni 2021, seorang petugas medis memegang botol vaksin Moderna Covid-19 di Quimper, Prancis barat. Pengawas obat-obatan Eropa pada 23 Juli 2021, telah menyetujui penggunaan vaksin anti-coronavirus Moderna untuk anak-anak berusia 12 hingga 17 tahun, menjadikannya vaksin kedua bagi remaja untuk digunakan di benua itu. 

Lembaga Administrasi Makanan dan Obat Amerika Serikat (FDA) mengumumkan keefektifan penggunaan vaksin Johnson & Johnson sejak Februari 2021.

Tidak seperti vaksin Pfizer dan Moderna, ini adalah vaksin pembawa, atau vektor virus.

Vaksin Johnson & Johnson adalah vaksin yang berasal dari vektor virus.

Sehingga, dapat disimpan dalam lemari es dengan suhu normal.

Vaksin Johnson & Johnson hanya perlu disuntikkan sebanyak satu dosis.

Berikut rincian informasi tentang vaksin Johnson & Johnson:

Status:

Penggunaan darurat di AS dan negara lain, termasuk di Uni Eropa (dengan nama Janssen).

Rekomendasi usia:

Dewasa 18 tahun ke atas.

Jumlah dosis:

Satu suntikan, vaksin akan efektif setelah dua minggu pasca vaksinasi pertama.

Efek samping:

Lelah, demam, sakit kepala, nyeri di tempat suntikan, atau mialgia (nyeri pada otot atau sekelompok otot). Semua efek samping tersebut akan hilang setelah dua hari. Vaksin ini juga tidak menimbulkan reaksi alergi.

"Efek samping tersebut lebih ringan dibandingkan dengan vaksin Pfizer dan Moderna," kata pihak FDA yang dirilis pada akhir Februari.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved