Vaksinasi Covid19
Perbandingan Vaksin Covid-19 Moderna, Pfizer, dan Johnson&Johnson: Dosis hingga Peringatannya
Berikut ini perbandingan vaksin Covid-19, yakni Moderna, Pfizer, hingga Johnson & Johnson.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Vaksin-Moderna.jpg)
Peringatan Efek Samping Langka:
FDA mengumumkan dua peringatan pada penggunaan vaksin ini.
Ada laporan kasus langka dari gangguan neurologis sindrom Guillain-Barré pada Juli 2021 yang terjadi pada sebagian kecil penerima vaksin Johnson & Johnson.
Gangguan tersebut terjadi setelah 42 hari pasca vaksinasi.
Tingkat Efektivitas:
Tingkat kemanjuran 72 persen secara keseluruhan, dan tingkat kemanjuran terhadap penyakit parah 86 persen.
Vaksin ini mengalami peningkatan kemanjuran sebanyak 9 persen pada Agustus 2021 setelah suntikan booster pasca enam bulan mendapatkan suntikan pertama.
Namun, peningkatan 9 persen tersebut belum ditinjau kembali atau dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.
Johnson & Johnson juga disebutkan menurunkan sedikit potensi terhadap penularan varian Delta.
Pada studi pertama, vaksin ini dinyatakan memiliki tingkat kemanjuran 71persen terhadap pasien Covid-19 rawat inap dan hingga 95 persen efektif terhadap potensi kematian.
2. Vaksin Moderna
Vaksin Moderna mulai digunakan di AS sejak Desember 2020.
Vaksin ini memilik tingkat kemanjuran yang sama tinggi dengan Pfizer dalam mencegah penyakit simtomatik.
Moderna membutuhkan suhu yang lebih dingin dibandingkan Johnson & Johnson.
Pemerintah AS menggunakan vaksin ini sebagai vaksin booster untuk orang yang memiliki tingkat kekebalan tubuh rentan, seperti penerima transpantasi organ, memilk infeksi, dan penyakit lainnya.