Jumat, 17 April 2026

Vaksinasi Covid19

Pfizer hingga Moderna, Cek 5 Jenis Vaksin Covid-19 yang Diklaim Punya Efikasi Tertinggi di Dunia

Berikut ini lima vaksin Covid-19 dengan efikasi vaksin tertinggi yang digunakan di sejumlah negara di dunia.

Tayang:
Editor: Astini Mega Sari
zoom-inlihat foto Pfizer hingga Moderna, Cek 5 Jenis Vaksin Covid-19 yang Diklaim Punya Efikasi Tertinggi di Dunia
Tribunnews/Herudin
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 - Berikut ini lima vaksin Covid-19 dengan efikasi vaksin tertinggi yang digunakan di sejumlah negara di dunia. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Vaksinasi Covid-19 kini tengah digalakkan di hampir seluruh dunia untuk memerangi Virus Corona.

Ada berbagai jenis vaksin Covid-19 yang digunakan di berbagai negara.

Namun, ada lima vaksin Covid-19 yang diketahui memiliki nilai kemanjuran atau efikasi vaksin tertinggi di dunia.

Virus corona yang mewabah pertama kali di awal tahun 2020 adalah pandemi penyakit baru yang dihadapi dunia. SARS-CoV-2 adalah virus corona penyebab munculnya penyakit baru yang kemudian dikenal sebagai Covid-19.

Sepanjang tahun 2020, para ilmuwan di seluruh dunia terus bekerja keras untuk menemukan vaksin yang tepat dalam mencegah penyakit baru tersebut.

Pengembangan vaksin pun dikebut dengan waktu yang sangat singkat, agar kesehatan masyarakat dunia segera pulih dan pandemi virus corona ini bisa dikendalikan bersama.

Baca juga: Apa Efek jika Terlambat Dapat Suntikan Vaksin Covid-19 Dosis Kedua?

Awal tahun 2021, beberapa vaksin virus corona mulai bermunculan, dengan beragam metode dan teknologi dalam pengembangannya.

Berbagai vaksin Covid-19 yang telah melalui tiga tahapan uji klinik, menunjukkan efikasi atau kemanjuran yang beragam di seluruh negara di dunia, dari nilai efikasi tertinggi hingga terendah pun dinilai masih tetap dapat memberikan perlindungan.

Berikut ini lima vaksin Covid-19 dengan efikasi vaksin tertinggi yang digunakan di sejumlah negara di dunia.

1. Vaksin Comirnaty Pfizer-BioNTech

Seorang petugas kesehatan angkatan darat menunjukkan botol vaksin Pfizer-BioNTech untuk melawan virus corona Covid-19 di Kolombo pada 7 Juli 2021.
Seorang petugas kesehatan angkatan darat menunjukkan botol vaksin Pfizer-BioNTech untuk melawan virus corona Covid-19 di Kolombo pada 7 Juli 2021. (AFP/ISHARA S KODIKARA)

Vaksin Pfizer yang dikembangkang bersama mitranya dari Jerman, BioNTech, adalah vaksin Covid-19 pertama yang digunakan di Amerika Serikat, dikutip dari Yale Medicine, Kamis (5/8/2021).

Vaksin Covid-19 Pfizer yang diberi nama vaksin Cominarty ini mengantongi izin penggunaan darurat yang pertama dari badan pengawas obat dan makanan AS, FDA.

Adapun efikasi atau kemanjuran vaksin yang dilaporkan dalam uji klinis tahap akhir oleh Pfizer-BioNTech yakni mencapai 95 persen, dari data fase 3 awal yang dilaporkan pada Desember 2020.

Bahkan, vaksin Covid-19 ini juga disebut 100 persen efektif dalam mencegah penyakit parah seperti yang didefinisikan oleh CDC, dan 95,3 persen efektif dalam mencegah penyakit parah seperti yang didefinisikan oleh FDA.

Nilai kemanjuran yang dilaporkan tersebut membuat vaksin Pfizer yang dikembangkan dengan teknologi genetika messenger RNA (mRNA), diklaim sebagai vaksin dengan efikasi vaksin Covid-19 tertinggi di dunia.

Sementara efikasi vaksin Pfizer terhadap varian-varian virus corona yang bermutasi, dari varian Alpha hingga varian Delta, juga menunjukkan angka kemanjuran yang cukup tinggi dibandingkan vaksin Covid-19 lainnya.

Pada awal Mei, vaksin Pfizer ditemukan lebih dari 95 persen efektif melawan penyakit parah atau kematian dari varian Alpha dan varian Beta dalam dua penelitian berdasarkan penelitian nyata.

Sejauh varian Delta yang telah mendominasi Covid-19 di dunia, dalam dua penelitian yang dilaporkan oleh Public Health England yang belum peer review menunjukkan vaksinasi penuh setelah dua dosis adalah 88 persen efektif terhadap penyakit simtomatik dan 96 persen efektif terhadap rawat inap.

Baca juga: Cek Efek Samping Vaksin Covid-19 Moderna serta Cara Mengananinya

2. Vaksin mRNA-1273 Moderna

Tampak pada gambar vaksin Covid-19 Moderna yang akan menjadi dosis ketiga atau vaksin booster dan jarum suntik bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Senin (9/8/2021). Penyuntikan dosis ketiga itu dimaksudkan untuk memberikan proteksi tambahan kepada petugas kesehatan, terutama bagi yang merawat pasien Covid-19.?Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan?booster? vaksin untuk tenaga kesehatan (nakes) ditargetkan selesai pada minggu kedua Agustus 2021 dengan jumlah nakes yang menjadi prioritas penerima vaksin sebanyak 1.468.764 orang.
Tampak pada gambar vaksin Covid-19 Moderna yang akan menjadi dosis ketiga atau vaksin booster dan jarum suntik bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Senin (9/8/2021). Penyuntikan dosis ketiga itu dimaksudkan untuk memberikan proteksi tambahan kepada petugas kesehatan, terutama bagi yang merawat pasien Covid-19.?Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan?booster? vaksin untuk tenaga kesehatan (nakes) ditargetkan selesai pada minggu kedua Agustus 2021 dengan jumlah nakes yang menjadi prioritas penerima vaksin sebanyak 1.468.764 orang. (Tribunnews/Jeprima)

Adalah jenis vaksin mRNA yang sama-sama dikembangkan dengan teknologi yang serupa dengan vaksin Pfizer dan BioNTech. Vaksin Moderna adalah vaksin Covid-19 kedua yang mengantongi izin dari FDA untuk penggunaan darurat di Amerika Serikat.

Dengan menggunakan teknologi pengembangan vaksin Covid-19 yang sama, vaksin Moderna juga memiliki nilai efikasi vaksin tertinggi sama dengan pesaingnya.

Menurut perusahaan ini, kemanjuran atau efikasi vaksin Moderna lebih dari 90 persen terhadap kasus Covid-19 dan lebih dari 95 persen terhadap kasus yang parah, dengan sekitar 6 bulan tindak lanjut rata-rata setelah dosis kedua.

Studi Fase 3 sebelumnya menunjukkan Moderna menjadi 94,1 persen efektif dalam mencegah infeksi simtomatik pada orang tanpa gejala Covid-19 sebelumnya, walaupun tingkat kemanjuran turun menjadi 86,4 persen untuk orang berusia 65 tahun ke atas.

Seperti vaksin Pfizer, vaksin Covid-19 Moderna direkomendasikan untuk orang lanjut usia (lansia), dan orang dewasa di atas 18 tahun, hingga anak remaja usia 12 tahun.

Dalam melawan varian virus corona, vaksin Moderna dalam beberapa penelitian menunjukkan bahwa vaksin ini dapat memberikan perlindungan terhadap varian Alfa dan Beta.

Pada bulan Juni, Moderna melaporkan penelitian yang menunjukkan vaksinnya efektif melawan varian Beta, Delta, Eta, dan Kappa, meskipun itu menunjukkan vaksin mRNA itu dua kali lebih lemah terhadap Delta daripada melawan virus asli.

Baca juga: Penampakan Paru-paru Pasien Covid-19 yang Sudah Vaksin dan Belum, Ahli Ungkap Perbedaannya

3. Vaksin Sputnik V Rusia

Seorang perawat menunjukkan vaksin Sputnik V (Gam-COVID-Vac) untuk melawan COVID-19 di sebuah klinik di Moskow pada 5 Desember 2020.
Seorang perawat menunjukkan vaksin Sputnik V (Gam-COVID-Vac) untuk melawan COVID-19 di sebuah klinik di Moskow pada 5 Desember 2020. (Kirill KUDRYAVTSEV / AFP)

Vaksin Covid-19 yang dikembangkan para ilmuwan dan peneliti di Rusia, diklaim memiliki efikasi yang tinggi dalam melawan penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2.

Sejak tahun lalu, vaksin Sputnik V buatan Rusia telah menjadi daya tarik dunia, bahkan kontroversi di kalangan komunitas ilmiah. Sebab, vaksin Covid-19 ini tiba-tiba diumumkan mulai digunakan di Rusia pada 11 Agustus 2020, padahal hasil uji klinik fase 1 dan fase 2, bahkan belum dipublikasikan.

Bukti dari Rusia dan banyak negara lain sekarang menunjukkan bahwa itu aman dan efektif, dilansir dari Nature.

Vaksin Sputnik V, yang juga dikenal sebagai Gam-COVID-Vac — adalah vaksin Covid-19 pertama yang terdaftar untuk digunakan di negara mana pun, dan sejak itu telah disetujui di 67 negara, termasuk Brasil, Hongaria, India, dan Filipina.

Bulan Februari lalu, pengembang vaksin Sputnik V mempublikasikan hasil uji coba fase III1, yang menunjukkan bahwa efikasi vaksin Covid-19 ini 91,6 persen efektif dalam mencegah infeksi Covid-19 yang bergejala dan 100 persen efektif untuk mencegah infeksi parah.

Vaksin Sputnik V menggunakan adenovirus yang direkayasa, yakni keluarga virus yang umumnya hanya menyebabkan penyakit ringan.

Sedangkan dalam melawan varian virus corona lain, dilaporkan Reuters pada 26 Juni 2021 lalu, vaksin Sputnik V efektif 90 persen melawan varian Delta.

Baca juga: Inilah Efek Samping yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil setelah Vaksinasi Covid-19

4. Vaksin Janssen Johnson & Johnson

Berbeda dari jenis vaksin Covid-19 kebanyakan, vaksin Covid-19 yang dikembangkan perusahaan Johnson & Johnson yang berbasis di Amerika Serikat ini hanya digunakan dalam satu dosis suntikan.

Vaksin Janssen adalah jenis vaksin pembawa, atau vektor virus. Vaksin tersebut dapat disimpan dalam suhu lemari es normal, dan karena hanya membutuhkan satu suntikan, lebih mudah untuk mendistribusikan dan mengelola.

Vaksin Covid-19 ini direkomendasikan untuk orang dewasa berusia di atas 18 tahun.

Nilai efikasi vaksin Johnson & Johnson, menurut laporan FDA, 72 persen efektif melindungi dari Covid-19 secara umum, dan 86 persen efektif melawan penyakit parah dalam laporan uji efikasi di Amerika Serikat.

Sementara itu, dalam melawan varian-varian virus corona lainnya, efektivitas vaksin ini telah terbukti menawarkan perlindungan terhadap varian Alpha.

Menurut analisis yang dirilis FDA pada akhir Februari, efektif 64 persen melindungi secara keseluruhan dan 82 persen kemanjuran terhadap penyakit parah di Afrika Selatan, di mana varian Beta pertama kali terdeteksi.

Namun, dalam studi baru, yang belum ditinjau sejawat, vaksin Janssen belum menunjukkan efikasi yang rendah terhadap varian Delta.

Baca juga: Kriteria yang Harus Dipertimbangkan oleh Penderita Jantung jika Ingin Divaksin, Ada 3 Poin Penting

5. Vaksin Vaxzevria AstraZeneca-Oxford

Vaksin Covid-19 selanjutnya yang dinilai memiliki efikasi yang cukup tinggi adalah vaksin AstraZeneca atau vaksin Oxford.

Vaksin yang disebut dengan Vaxzevria ini adalah jenis vaksin vektor virus menggunakan adenovirus simpanse, yang mana vektor virus tersebut digunakan untuk membawa protein spike dari virus corona ke dalam tubuh untuk memicu respons imun.

Petugas medis saat menunjukkan botol vaksin AstraZeneca saat peresmian Sentra Vaksinasi di Rumah Sakit St. Carolus, Jakarta Pusat, Senin (14/06/2021). Sentra vaksinasi ini akan beroperasi selama 3 bulan hingga tanggal 26 September 2021 dan melayani pemberian vaksin kepada penduduk berusia 18 tahun ke atas, masyarakat golongan usia pra-lansia, serta para pekerja sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Sentra vaksinasi ini merupakan sentra perdana di Indonesia yang menggunakan vaksin AstraZeneca, sentra vaksinasi ini merupakan wujud nyata komitmen tiket.com dalam menjadi yang pertama dalam mendukung program pemerintah Republik Indonesia untuk memulihkan kembali industri pariwisata domestik.
Petugas medis saat menunjukkan botol vaksin AstraZeneca saat peresmian Sentra Vaksinasi di Rumah Sakit St. Carolus, Jakarta Pusat, Senin (14/06/2021). Sentra vaksinasi ini akan beroperasi selama 3 bulan hingga tanggal 26 September 2021 dan melayani pemberian vaksin kepada penduduk berusia 18 tahun ke atas, masyarakat golongan usia pra-lansia, serta para pekerja sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Sentra vaksinasi ini merupakan sentra perdana di Indonesia yang menggunakan vaksin AstraZeneca, sentra vaksinasi ini merupakan wujud nyata komitmen tiket.com dalam menjadi yang pertama dalam mendukung program pemerintah Republik Indonesia untuk memulihkan kembali industri pariwisata domestik. (Tribunnews/Jeprima)

Berdasarkan studi efikasi vaksin Covid-19, vaksin AstraZeneca ini menunjukkan nilai keseluruhan 70,4 persen efektif mencegah Covid-19.

Beberapa bulan kemudian, seperti dilansir dari Healthline, AstraZeneca mengumumkan bahwa vaksinnya 76 persen efektif dalam mencegah penyakit simtomatik.

Sementara itu, dalam studi yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine ini mengkonfirmasi temuan utama yang diberikan oleh Public Health England pada bulan Mei tentang kemanjuran vaksin AstraZeneca terhadap varian Delta.

Dilansir dari Reuters, dua suntikan vaksin AstraZeneca, 67 persen efektif terhadap varian Delta, naik dari 60 persen dari yang dilaporkan semula, dan 74,5 persen efektif terhadap varian Alpha, dibandingkan dengan perkiraan awal efektivitas 66 persen. (*)

Berita lainnya terkait vaksinasi Covid-19

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 5 Vaksin Covid-19 dengan Efikasi Tertinggi di Dunia

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved