Terungkap Perlakuan Rasis Militer Ukraina terhadap Warga India hingga Kulit Hitam yang Mengungsi
Pasukan keamanan Ukraina yang ditempatkan di perbatasan belum menjawab pertanyaan dari BBC.com terkait aksis rasisme.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Kepanikan-warga-Ukraina.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Pasukan keamanan Ukraina yang ditempatkan di perbatasan belum menjawab pertanyaan dari BBC.com terkait aksis rasisme yang dilakukan oleh prajurit mereka terhadap sejumlah warga yang bukan merupakan keturunan Ukraina.
Ditayangkan oleh YouTube BBC News Indonesia, Selasa (1/3/2022), terjadi sejumlah aksis rasisme yang dilakukan oleh prajurit Ukraina terhadap para warga non Ukraina yang hendak mengungsi.
Seperti yang diketahui sejak Presiden Rusia Vladimir Putin meluncurkan operasi militer spesial pada Kamis (24/2/2022), banyak penduduk Ukraina yang mengungsi ke negara tetangga.
Baca juga: Volodymyr Zelensky Berlakukan Darurat Militer, WN Ukraina di Luar Negeri Ingin Pulang Bela Negaranya
Dalam liputan tim BBC, ditampilkan sebuah video saat warga asal Iran di Ukraina diminta untuk memungut sampah oleh petugas perbatasan.
Setelah memungut sampah barulah warga Iran itu diperbolehkan melanjutkan perjalanan mengungsi pergi dari Ukraina.
Perlakuan rasis juga dialami oleh seorang pemuda asal India yang turut mengungsi pergi dari Ukraina.
Pemuda itu mengaku dipukul menggunakan popor senapan.
"Awalnya tentara Ukraina mendorong senapan ke wajah saya, wajah teman saya," kata pria India tersebut.
"Mereka berlaku buruk kepada kami," ungkapnya.
Baca juga: Tangis Ibu di Rusia saat Tahu Anaknya Jadi Tawanan Perang di Ukraina: Panglimanya Kirim Dia ke Sana
Warga Kulit Hitam
Ditayangkan pada YouTube BBC News Indonesia, Selasa (1/3/2022), sejumlah video menampilkan perlakuan rasis pasukan militer Ukraina.
Di video pertama tampak seorang pria yang sedang mengungsi merekam situasi di perbatasan.
Ia menampilkan bagaimana sejumlah warga kulit hitam tertahan di perbatasan.
"Mereka tidak mengizinkan orang kulit hitam masuk," ujar perekam.
"Hanya perempuan dan anak-anak warga Ukraina yang diizinkan menyeberang."