WNA di Ukraina Ungkap Mereka Ditelantarkan Aparat: Seorang Polisi Memukul Pria Kulit Hitam

Diketahui terdapat sekira 76 ribu pelajar asing yang berada di Ukraina.

AFP/DANIEL LEAL
Orang-orang, beberapa membawa tas dan koper, berjalan di stasiun metro di Kyiv pada 24 Februari 2022. - Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer di Ukraina pada hari Kamis dengan ledakan terdengar segera setelah di seluruh negeri dan menteri luar negerinya memperingatkan " invasi skala penuh" sedang berlangsung. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Diketahui terdapat sekira 76 ribu pelajar asing yang berada di Ukraina.

Pasca operasi militer Presiden Rusia Vladimir Putin yang dimulai sejak Kamis (24/2/2022), warga Ukraina termasuk para pelajar dari negara asing tersebut berbondong-bondong pergi mengungsi ke negara tetangga.

Namun di tengah situasi perang dan darurat militer, ternyata masih ada perlakuan diskriminasi dan rasisme yang dilakukan oleh aparat Ukraina.

Baca juga: Rusia Tuding NATO Terlibat dalam Peredaran Video Konflik di Ukraina: Dilakukan secara Profesional

Seorang warga kulit hitam menceritakan bagaimana dirinya dan warga non Ukraina lainnya mengalami perlakuan rasis dari pasukan militer Ukraina saat mengungsi.
Seorang warga kulit hitam menceritakan bagaimana dirinya dan warga non Ukraina lainnya mengalami perlakuan rasis dari pasukan militer Ukraina saat mengungsi. (YouTube BBC News Indonesia)

Informasi ini disampaikan oleh kantor berita Aljazeera lewat akun Twitternya @ajplus, Rabu (2/3/2022).

Perlakuan rasisme oleh aparat Ukraina dirasakan para pelajar dari negara Afrika, India hingga timur tengah.

Pelajar dari Ghana, Ethel Ansaeh Otto mengaku melihat seorang pria kulit hitam dipukuli oleh aparat.

"Saya ingat mereka memukul seorang pria kulit hitam, seorang polisi di Ukraina memukul pria kulit hitam tanpa alasan yang jelas," ujar Ethel.

Ethel kemudian menjelaskan bagaimana warga kulit putih menjadi prioritas pertama dibanding warga ras lainnya.

Selain diskriminasi, para pelajar dari negara lain itu mengaku mengalami penganiayaan hingga permintaan suap.

Di beberapa kasus, aparat penjaga perbatasan hanya membolehkan warga kulit putih Ukraina untuk menyeberangi perbatasan.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved