Jumat, 17 April 2026

Penjelasan Tentang Diabetes Melitus, Ini Pentingnya Lakukan Terapi Insulin bagi Penderitanya

Diabetes Melitus (DM)cukup banyak diderita orang Indonesia, bahkan angka prevalensinya cenderung mengalami peningkatan.

Tayang:
zoom-inlihat foto Penjelasan Tentang Diabetes Melitus, Ini Pentingnya Lakukan Terapi Insulin bagi Penderitanya
Pixabay
Ilustrasi Diabetes 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Diabetes Melitus (DM) menjadi salah satu jenis Penyakit Tidak Menular (PTM) yang cukup banyak diderita orang Indonesia, bahkan angka prevalensinya cenderung mengalami peningkatan.

Penyakit ini muncul karena terganggunya produksi hormon insulin pada kelenjar pankreas.

Padahal hormon insulin memiliki fungsi untuk mengatur keseimbangan kadar gula dalam darah.

Lalu apa yang membedakan Diabetes Melitus Tipe-1 (DMT1) dan Diabetes Melitus Tipe-2 (DMT2)?

Dikutip dari laman Healthline, Selasa (14/12/2021), DMT1 merupakan penyakit autoimun, saat seseorang mengalami penyakit ini, sistem kekebalan tubuhnya justru berbalik menyerang dan menghancurkan sel-sel di pankreas yang menjadi tempat memproduksi insulin.

Sedangkan DMT2 terjadi saat tubuh menjadi kebal atau resisten terhadap insulin, kemudian terjadi penumpukan gula dalam darah.

Menurut International Diabetes Federation (IDF) Atlas edisi ke-10, setidaknya 1 dari 10 orang atau sebanyak 537 juta orang di dunia kini harus hidup dengan diabetes.

Mirisnya, angka ini diproyeksikan terus mengalami peningkatan mencapai 643 juta pada 2030 dan 784 juta pada 2045, jika tidak ada intervensi untuk menekan laju prevalensi ini.

Saat ini DMT2 telah menyerang lebih dari 90 persen pasien di seluruh dunia, tercatat terjadi 6,7 juta kasus kematian yang disebabkan penyakit ini pada 2021.

Diperkirakan pula setiap 5 detiknya, terdapat 1 orang yang meninggal akibat penyakit ini.

Lalu bagaimana perkembangan diabetes di Indonesia?

Di Indonesia, jumlah penderita diabetes pun terus mengalami peningkatan dari 10,7 juta pada 2019 menjadi 19,5 juta pada 2021, angkanya melonjak nyaris dua kali lipat.

Pada 2020, negara ini menempati peringkat ke-7 terkait jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia. Namun pada tahun ini, peringkatnya meningkat, karena saat ini Indonesia berada pada peringkat ke-5.

Ini mengindikasikan bahwa penyakit ini semakin menjadi masalah yang serius dan harus segera ditangani bersama.

Lalu faktor apa saja yang dapat membuat seseorang berisiko terkena DMT2?

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved