Sabtu, 25 April 2026

Prajurit Ukraina Serahkan Diri pada Rusia, Sebut Dirinya Dinas Militer Lebih Buruk dari Penjara

Seorang prajurit dari resimen nasionalis Ukraina Azov, Alexei Smykov, menyerahkan diri pada Rusia.

Tayang:
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
zoom-inlihat foto Prajurit Ukraina Serahkan Diri pada Rusia, Sebut Dirinya Dinas Militer Lebih Buruk dari Penjara
Capture Video Telegram RIA Novosti
Potret Alexei Smykov, seorang pria yang mengaku sebagai prajurit dari resimen nasionalis Ukraina Azov, Jumat (25/3/2022). Smykov menyerah pada Rusia dan membongkar kondisi di Ukraina. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Seorang prajurit dari resimen nasionalis Ukraina Azov, Alexei Smykov, menyerahkan diri pada Rusia.

Ia pun menuturkan gambaran perang yang terjadi dan menuturkan buruknya keadaan dinas militer Ukraina.

Selain itu, pemuda tersebut mengaku terpaksa ikut perang meski sebenarnya tak ingin.

Baca juga: Ukraina Mampu Hadapi Rusia, Ternyata Dapat Bantuan dari AS, Uni Eropa, hingga Jepang dan Korsel

Relawan perang asal Inggris, Ben Spann saat berfoto bersama tentara Ukraina.
Relawan perang asal Inggris, Ben Spann saat berfoto bersama tentara Ukraina. (Skynews.com)

"Saya bergabung (ke Azov) sekitar tahun 2018 karena katakan saja, saya tidak berhasil dengan universitas, saya bekerja, dan karena saya tidak melayani dinas militer, dia mengancam saya," kata Smykov dilansir TribunWow.com dari RIA Novosti, Jumat (25/3/2022).

"Dinas militer adalah penjara, keikutsertaan untuk dinas militer, pada prinsipnya, bahkan mungkin sedikit lebih buruk daripada penjara, karena ada kekacauan umum yang terjadi di sana."

"Saya memutuskan untuk tidak menghiraukan hal ini, dan dengan seorang teman kami menandatangani kontrak (dengan Azov, -red)."

Namun, Smykov mengklaim bahwa dia tidak menganut pandangan Nazi.

Meski terlihat, tangan dan dadanya ditutupi dengan tato dengan gambar yang tampak melingkar ke arah kanan.

Smykov juga mengklaim bahwa di Azov, siapa pun yang pergi harus menandatangani kontrak cadangan dan kemudian, pada panggilan pertama, melapor ke tempat tugas.

Selama perang, Smykov menuturkan bahwa pesawat-pesawat Rusia telah menciutkan nyali pasukannya.

Baca juga: PM Australia Sampaikan Keberatan pada Jokowi soal Rencana Presiden Rusia Putin Hadiri KTT G20

Ia pun mengaku sebenarnya tak ingin terlibat dalam perang tersebut.

"Selama berhari-hari, saya sudah cukup banyak melihat. Sejujurnya saya tidak punya keinginan (ikut berperang-red). Kami tiba di satu tempat, mereka menembaki kami sepanjang hari, di lokasi kedua mereka menembaki pesawat sepanjang hari," tutur Smykov.

"Untuk diri saya sendiri, saya menyadari dengan pasti bahwa saya tidak menginginkan semua ini."

Menurut Smykov, ia dipanggil dari cadangan operasional dan ditugaskan sebagai operator peleton pendukung tembakan dari batalion pengintaian pertama resimen Azov.

Pada 2 Maret, ia melakukan misi pengiriman dua peluncur granat NLAW Inggris ke formasi Nazi 'SS Bears'.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved