Sabtu, 23 Mei 2026

Apakah Riwayat Diabetes dalam Keluarga Bisa Dicegah? Ini Kata Dokter

Diabetes merupakan salah satu penyakit tidak menular ketiga yang paling mematikan di Indonesia.

Tayang:
zoom-inlihat foto Apakah Riwayat Diabetes dalam Keluarga Bisa Dicegah? Ini Kata Dokter
Diabetes.co.uk via Tribunnews.com
Ilustrasi diabetes. Bagaimana pencegahan diabetes bagi yang memiliki riwayat diabetes dalam keluarga?  

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Bagaimana pencegahan diabetes bagi yang memiliki riwayat diabetes dalam keluarga? 

Berikut jawaban dr. Hari Hendarto, Ph.D, Sp.PD-KEMD, FINASIM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik, & Diabetes dari RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

Diketahui diabetes merupakan salah satu penyakit tidak menular ketiga yang paling mematikan di Indonesia.

Dijelasakan, ada beberapa tipe diabetes, yang umum dikenal dan paling banyak diketahui adalah diabetes tipe 1 dan tipe 2.

Diabetes tipe 1 disebabkan oleh adanya kerusakan pada pankreas, sehingga tubuh tidak dapat menghasilkan hormon insulin. Umumnya terjadi pada bayi atau usia muda.

Penyebabnya belum diketahui secara pasti, meskipun diduga berkaitan dengan kelainan autoimun, infeksi, atau faktor keturunan.

Karena penyebabnya belum jelas, sehingga cara pencegahannya pun belum diketahui dengan pasti.

Jenis diabetes yang banyak dialami adalah diabetes tipe 2 di mana tubuh sebenarnya masih mampu menghasilkan insulin, tetapi insulin yang dihasilkan tidak cukup atau tidak dapat bekerja secara maksimal dalam menurunkan kadar gula dalam darah.

Baca juga: Deretan Buah yang Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes, Tiga Jenis Buah Jeruk Ini Termasuk

Hal ini biasanya terjadi akibat pola hidup yang tidak sehat. Karenanya, bisa tidaknya diabetes dicegah adalah bagaimana usaha kita dalam melakukan pencegahan itu sendiri yaitu dengan mengetahui beberapa faktor risiko yang menyebabkan terjadinya diabetes.

Salah satu faktor risiko terjadinya diabetes adalah kegemukan atau obesitas. Dari penelitian, diketahui bahwa seseorang yang memiliki berat badan berlebih berisiko tinggi untuk terkena diabetes.

Oleh karena itu, menjaga berat badan tubuh agar tetap ideal atau menurunkan berat badan bagi yang sudah memiliki kelebihan berat badan, perlu menjadi perhatian utama.

Pola makanan sehari-hari yang disarankan sebaiknya mengandung karbohidrat tidak berlebihan, rendah lemak jenuh, garam secukupnya saja, serta kaya serat seperti sayuran dan buah-buahan. Konsumsi makanan yang mengandung banyak gula, sebaiknya dihindari.

Selain menjaga pola makan yang sehat, melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara rutin dapat membantu menjaga kadar gula dalam darah lebih terkontrol. Olahraga jenis apa pun, jika dilakukan secara teratur, dapat membantu mencegah terjadinya diabetes.

Apabila Bapak sudah berusia di atas 40 tahun, sebaiknya melakukan pemeriksaan medis rutin, terutama jika ada riwayat keluarga yang menderita diabetes, hal tersebut dapat membantu untuk memantau kadar gula darah dan indikator lainnya apakah sudah berada dalam tahap memiliki risiko atau gejala-gejala terkait diabetes.

Stres juga dapat meningkatkan risiko diabetes, karena saat mengalami stres, tubuh akan melepaskan hormon yang dapat meningkatkan kadar gula di dalam darah. Pada kondisi stres seseorang juga lebih mudah merasa lapar sehingga ada kecenderungan untuk ngemil atau makan lebih banyak. Sebaiknya cukupi waktu istirahat/tidur di malam hari untuk mengistirahatkan fisik dan pikiran sebagai salah satu cara mengelola stres.

Baca juga: Kenali Tanda Awal Diabetes, Ada 3 Hal yang Perlu Diwaspadai

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved