Senin, 11 Mei 2026

Tak Hanya Jadi Papeda, Ini Jenis Olahan Sagu Makanan Tradisional Raja Ampat

Sagu juga bisa diolah menjadi makanan lain oleh masyarakat Raja Ampat, jadi seperti kue, camilan,dan makanan ringan.

Tayang:
zoom-inlihat foto Tak Hanya Jadi Papeda, Ini Jenis Olahan Sagu Makanan Tradisional Raja Ampat
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Gani Nu, sagu bakar makanan khas warga di Lopintol, Raja Ampat. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Ternyata ada beberapa makanan khas bagi masyarakat Raja Ampat yang berbahan dasar sagu,

Sagu juga bisa diolah menjadi makanan lain oleh masyarakat Raja Ampat, jadi seperti kue, camilan,dan makanan ringan.

Dilansir Kompas.com, berikut empat jenis makanan tradisional berbahan dasar sagu yang dibuat oleh masyarakat Desa Lopintol, Raja Ampat:

1. Papeda

Papeda merupakan makanan berupa bubur sagu yang kaya serat.

Papeda rendah kolesterol dan bernutrisi.

Baca juga: Jangan Injak Terumbu Karang, Cek Sejumlah Aturan di Desa Arborek Raja Ampat yang Perlu Kamu Patuhi

Ada dua jenis sagu untuk membuat papeda, yaitu sagu basah dan sagu kering.

Sagu basah biasanya dicampur dengan air panas dan diaduk hingga kental seperti bubur.

Baik papeda dari sagu basah maupun sagu kering nikmat disantap dengan ikan kuah kuning, sayur pakis, daun melinjo dan bunga pepaya.

Keunikan terletak pada cara menikmatinya, yakni dengan cara dihisap melalui pinggiran piring sambil menyeruput kuah asam manis.

2. Gani Nu (Sagu Bakar)

Gani Nu, sagu bakar makanan khas warga di Lopintol, Raja Ampat.
Gani Nu, sagu bakar makanan khas warga di Lopintol, Raja Ampat. (KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN)

Gani Nu merupakan makanan ringan berbahan dasar sagu yang pembuatannya menggunakan cetakan tanah liat yang disebut aba na.

Cara membuatnya, sagu basah ditapis menggunakan saringan, kemudian dicampur dengan kelapa parut.

Setelah itu, adonan dicampur dengan gula aren.

Baca juga: Legenda Asal-usul Raja Ampat di Papua Barat, Kisah 7 Telur dan Cerita Tuah Keramat 4 Raja

Cara memasaknya harus menggunakan kayu bakar khusus, sehingga suhu panasnya stabil.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved