Kuliner Manokwari

Kisah Winario, dari Malang Rintis Usaha Bakso Keliling di Manokwari, Mampu Jual 100-an Mangkok/Hari

Sembari meracik dagangannya, Winario membagi pengalamannya selama kurang lebih lima tahun menjajakan bakso sapi

Penulis: Libertus Manik Allo | Editor: Haryanto
TRIBUNPAPUABARAT.COM/LIBERTUS MANIK ALLO
PENJUAL BAKSO - Pedagang bakso keliling, Winario sedang neracik bakso yang dipesan pelanggan, di depan Tongkonan, Kampung Soribo Distrik Manokwari Barat, Kabupaten, Provinsi Papua Barat, pada Senin (01/08/2022) kemarin. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM MANOKWARI - Sore itu, Senin (1/8/2022) sekira pukul 16.30 WIT tepatnya di depan Tongkonan, Kampung Soribo, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, Winario (39) terlihat sibuk meracik bakso pesanan warga.

Disambangi TribunPapuaBarat.com, Winario menyambut dengan senyum.

“Mau makan di sini atau dibungkus,” tanyanya.

Baca juga: Kisah Pedagang Sirih Pinang di Pasar Sanggeng Manokwari yang Berhasil Kuliahkan Anaknya hingga PNS

Sembari meracik dagangannya, Winario membagi pengalamannya selama kurang lebih lima tahun menjajakan bakso sapi.

Sebelum berprofesi sebagai penjual bakso keliling, dia dulunya seorang petani di kampung halamannya di Malang, Jawa Timur.

Winario berjualan bakso keliling sejak 2017 lalu.

"Begitu saya tiba di Manokwari, saya langsung jualan bakso," ujar bapak dua anak itu.

Baca juga: Kisah Atang 64 Tahun, Pedagang Bubur Keliling di Manokwari, 15 Tahun Menabung demi Umroh

Awal berjualan keliling, Winario hanya menjualkan bakso milik bosnya.

Sembari berjualan keliling itu, ia juga belajar cara membuat bakso yang enak.

Berselang setahun, Winario pun memberanikan dirinya untuk mandiri.

Bermodal awal Rp 1,5 juta, ia merintis usaha bakso keliling.

"Itu untuk belanja bahan-bahan bakso di pasar. Selain itu juga untuk sewa gerobaknya," ungkapnya.

Winario berbagi cerita suka duka menjadi penjual bakso keliling. Sukanya, dia memiliki banyak teman dan kenalan.

Sedangkan dukanya, ada saja pembeli yang memesan bakso tapi tidak membayar setelah makan.

"Kalau itu hampir setiap hari pasti ada yang begitu," ucapnya.

Baca juga: KISAH Andy Agaki, Lukis Wajah Nadiem Makarim 20 Menit Dibeli Rp 15 Juta

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved