Polres Manokwari Tahap Dua Kasus Persetubuhan, Penjelasan Lengkap Ipda Devi Aryanti

Polres Manokwari Tahap Dua Kasus Persetubuhan, Penjelasan Lengkap Ipda Devi Aryanti, Keluarga korban langsung melayangkan laporan polisi.

TRIBUNPAPUABARAT.COM/F. WEKING
KASUS - Kepala Unit PPA Satreskrim Polres Manokwari, Ipda Devi Aryanti saat ditemui awak media di Manokwari, Rabu (7/9/2022). Keluarga korban langsung melayangkan laporan polisi. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Kepolisian Resor (Polres) Manokwari melimpahkan berkas perkara beserta tersangka kasus persetubuhan berinisial AM alias Bram ke Kejaksaan Negeri Manokwari, pada Rabu (7/9/2022).

"Kami sudah lakukan tahap dua tadi siang," ujar Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Manokwari, Ipda Devi Aryanti.

Ia menerangkan, tersangka berusia 32 tahun dijerat Pasal 76 D Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Juncto Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Pasal yang kami terapkan tentang perlindungan anak," katanya.

Baca juga: Kasus Ayah Setubuh Anak Kandung Kembali Terjadi di Manokwari Papua Barat

Baca juga: Sinopsis Film Taklukan Mimpi, Perjuangan 5 Sahabat Asal Papua Barat Wujudkan Impian Masa Kecil

Dia menjelaskan, tindak pidana persetubuhan bermula ketika tersangka membawa korban ke rumahnya pada 17 April 2022 sekira pukul 15.30 WIT.

Waktu itu, korban izin dari rumah untuk mengikuti kegiatan pawai obor.
Namun, hingga Senin korban tak kunjung kembali ke rumah.

"Orangtua korban curiga sama tersangka, yang mana tersangka adalah tetangga rumah korban," ujarnya.

Setelah itu, keluarga korban datangi rumah tersangka dan menemukan korban sedang berada di dalam kamar tersangka.

Keluarga korban langsung melayangkan laporan polisi.

Akan tetapi, penanganan perkara terhambat lantaran korban yang berusia 14 tahun masih sekolah.

"Kita ada sedikit kendala karena korban sekolah. Jadi prosesnya agak lama," katanya.

Baca juga: Fatima Berlinang Air Mata Ceritakan Anaknya Berusia 2 Bulan Meninggal, 30 Menit Terendam Air

Baca juga: Pencopotan Suharso Monoarfa dari Jabatan Ketum, Tak Berpengaruh Terhadap Kerja PPP Jatim

Jumlah saksi yang telah dimintai keterangan dalam perkara tersebut sebanyak tujuh orang.

Selain itu, tersangka telah mengakui telah melakukan perbuatan tindak pidana persetubuhan dengan anak di bawah umur.

"Unsur suka sama suka tidak akan menghapus tindak pidana yang diatur UU perlindungan anak," pungkas Ipda Devi Aryanti.

(*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved