Berita Papua Barat

Diskominfo Sebut Masalah Lahan Hambat Proyek Pembangunan 824 BTS 3T di Papua Barat 

Selain proyek BTS 3T, ucap Frans Istia, Papua Barat juga mendapat alokasi pembangunan 420 site BTS non 3T di lima kabupaten.

Penulis: Fransiskus Salu Weking | Editor: Tarsisius M
TRIBUNPAPUABARAT.COM/F WEKING
INFRASTRUKTUR - Kepala Diskominfo Papua Barat, Frans Istia, saat ditemui awak media di Manokwari, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Pemerintah Provinsi Papua Barat mengakui proyek pembangunan 824 site Base Transceiver Station atau (BTS) 4G daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) mengalami hambatan terkait kepastian lahan.

BTS untuk daerah 3T ditangani langsung oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

"Permasalahannya sangat rumit, berkaitan dengan lahan dan kondisi geografis yang menantang," kata Kepala Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik di Diskominfo Papua Barat, Frans Istia, di Manokwari, Rabu (19/10/2022).

Karena itu, ucapnya, tim dari Kominfo bersama Dinas Kominfo pada masing-masing kabupaten terlebih dahulu memetakan lokasi pembangunan BTS 3T.

Selain itu, tim akan melibatkan pemerintah kampung dan tokoh adat andai menemukan masalah terkait lahan pembangunan BTS.

"Setelah semuanya tuntas, BTS mulai dibangun. Makanya lama," ujar Frans Istia.

Baca juga: Pembangunan 420 BTS Non 3T di Papua Barat Terus Berjalan

Menurutnya, proyek BTS 3T tersebar di sejumlah kabupaten di Papua Barat antara lain di Kabupaten Sorong, Sorong Selatan, dan Raja Ampat.

Kemudian Kabupaten Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Maybrat dan Tambrauw.

Proyek tersebut merupakan proyek strategis nasional untuk mengatasi masalah konektivitas jaringan telekomunikasi pada kawasan 3T.

"Penyebarannya ada di enam daerah. Ini belum selesai pembangunannya," kata Frans Istia.

Selain proyek BTS 3T, ucapnya, Papua Barat juga mendapat alokasi pembangunan 420 site BTS non 3T di lima kabupaten.

Kelima kabupaten itu adalah Manokwari, Selatan, Pegunungan Arfak, Fakfak, dan Kaimana.
 
"BTS non 3T dibangun oleh dua provider yakni Telkomsel dan XL Axiata," ujar Frans Istia.

Baca juga: Jaringan Komunikasi Masih Mahal di Manokwari Selatan, 22 BTS Non 3T akan Dibangun

Menurut dia, proyek pembangunan BTS non 3T yang ditangani XL Axiata mengalami perkembangan yang signifikan.

Misalnya di Kabupaten Manokwari Selatan, ada beberapa kawasan sudah terkoneksi dengan jaringan telekomunikasi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved