Berita Papua Barat

Dinkes Papua Barat Intensifkan Pengawasan 3 Obat Sirop yang Dilarang Edar oleh BPOM

Kepala Dinkes Papua Barat sebut ketiga jenis obat sirop batuk itu mengandung cemaran dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol (EG) di atas ambang batas

Penulis: Fransiskus Salu Weking | Editor: Tarsisius M
TRIBUNPAPUABARAT.COM/F. WEKING
OBAT SIRUP - Kadinkes Papua Barat, Otto Parorrongan, saat ditemui awak media di Manokwari, Papua Barat, Senin (24/10/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Papua Barat menegaskan pengawasan terhadap peredaran tiga jenis obat sirop batuk di seluruh Papua Barat akan diintensifkan.

Ketiga obat sirop itu produksi Universal Pharmaceutical Industries itu adalah unibebi cough, unibebi demam, dan unibebi demam drops.

Kepala Dinkes Papua Barat, Otto Parorrongan, mengatakan pengawasan melibatkan sejumlah pihak yakni Dinkes provinsi maupun kabupaten/kota, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Kepolisian Daerah Papua Barat, dan organisasi profesi berkaitan.

"Pemantauan di seluruh apotek dan fasilitas kesehatan yang menjual atau yang menggunakan obat-obat dimaksud," kata Otto Parorrongan kepada awak media di Manokwari, Senin (24/10/2022).

Ia menjelaskan, ketiga jenis obat sirop batuk itu mengandung cemaran dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol (EG) yang melebihi ambang batas aman.

Baca juga: Soal Larangan Minum obat sirop, Mama Papua: Anak Saya Dikasih Obat Tablet, Panasnya Langsung Turun

Hal tersebut sesuai hasil penelitian Kementerian Kesehatan, BPOM, dan pihak terkait lainnya.

"Sudah diumumkan BPOM tanggal 20 Oktober lalu," kata Otto Parorrongan.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Papua Barat, dokter Rio Widiharso, mengimbau seluruh masyarakat, khususnya orang tua mengikuti anjuran dari Kemenkes dan BPOM soal larangan konsumsi obat sirop yang mengandung EG dan DEG melebihi ambang batas aman.

Kemenkes, IDAI, BPOM, dan pihak terkait lain masih menginvestigasi penyebab gagal ginjal akut misterius yang menyerang anak-anak.

"Meski belum diketahui penyebab gagal ginjal akut misterius, tetapi ada hal yang perlu kita hindari," kata dokter Rio Widiharso.

Baca juga: BPJS Kesehatan Tanggung Penanganan dan Pengobatan Pasien Gagal Ginjal Akut, Termasuk Cuci Darah

Ia menyarankan para orang tua berkonsultasi dengan dokter anak atau tenaga medis terdekat apabila kondisi kesehatan anak mengalami gangguan.

Pembelian obat di apotek juga terlebih dahulu menyertakan resep dari dokter anak.

"Jangan langsung beli obat sendiri. Konsultasi dengan dokter anak dulu," ucap dokter Rio.

Ia menerangkan, gejala awal gagal ginjal akut pada anak yang perlu diketahui orang tua adalah intensitas kencing berkurang atau bahkan tidak bisa buang air seni sama sekali.

Apalagi jika anak tersebut memiliki riwayat batuk flu, demam, dan diare selama dua minggu belakangan.

"Lalu tiba-tiba kencingnya berkurang, maka segera lapor ke dokter," kata Rio Widiharso.(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved