Bank Indonesia Sebut Perekonomian Papua Barat Tumbuh Positif Pada 2022, Tetap Waspada Pemicu Inflasi

"Kita masih harus hati-hati dengan pemicu inflasi. Inilah yang mesti dijaga oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Papua Barat," ujar Eko Listiyono

TRIBUNPAPUABARAT.COM/KRESENSIA KURNIAWATI MALA PASA
Deputi Kepala Perwakilan BI Papua Barat, Eko Listiyono, mengungkapkan perekonomian Papua Barat tumbuh positif pada triwulan III 2022, tetapi Tim Pengendali Inflasi Daerah mesti terus waspada pemicu inflasi. Hal itu disampaikan dalam pertemuan tahunan BI 2022 di hotel Niu Aston, Manokwari, Papua Barat, Rabu (30/11/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat mencatat perekonomian Papua Barat tumbuh positif pada triwulan III 2022 yakni sebesar 3,70 persen (yoy).

Deputi Kepala Perwakilan BI Papua Barat, Eko Listiyono, mengatakan pertumbuhan ekonomi Papua Barat pada triwulan III 2022 didukung dari sisi pengeluaran karena akselerasi kinerja konsumsi rumah tangga.

Ditambah dari sisi lapangan usaha yang disumbang peningkatan kinerja industri pengolahan dan performa pertambangan dan penggalian di Papua Barat, termasuk  LNG (Liquefield Natural Gas) Tangguh di Bintuni.

"Kita masih harus tetap hati-hati dengan pemicu inflasi. Inilah yang mesti dijaga oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Papua Barat," ujar Eko Listiyono dalam Pertemuan Tahunan BI 2022 yang digelar KPw BI Provinsi Papua Barat di Hotel Aston, Manokwari, Rabu (30/11/2022).

Per Oktober 2022, ucap Eko Listiyono, penyumbang inflasi di Papua Barat di antaranya angkutan udara, bensin dan bahan bakar rumah tangga pada kelompok administered price.

Baca juga: Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Digital Papua Barat Akan Moncer 2023

Sementara pada kelompok volatile food, andil utama kenaikan harga barang terus-menerus atau inflasi, ada pada bawang merah, kelapa dan daging babi.

"Untuk kelompok core inflation itu ada nasi dengan lauk, obat dengan resep, juga seragam sekolah anak," kata Eko Listiyono.

Eko, sapaannya, menyebutkan, sepanjang 2022, TPID Papua Barat yang melibatkan KPw BI Papua Barat, Pemerintah daerah (Pemda) dan sektor terkait, terus berupaya mengendalikan inflasi.

Mulai dari rapat koordinasi hingga menggelar pasar murah dan gerakan massal menanam komoditas pangan seperti jagung dan cabe rawit yang digalakkan mulai Agustus hingga November 2022.

Hasilnya, ucap Eko, tingkat inflasi Papua Barat Oktober 2022 sebesar 4,15 persen (yoy). Sementara, secara tahunan, inflasi inti Oktober 2022 tercatat sebesar 3,31 persen (yoy).

Angka tersebut membuat Provinsi Papua Barat, untuk wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua), berada satu level di bawah Provinsi Maluku Utara, yang tingkat inflasinya sebesar 3,32 persen (yoy).

Baca juga: Festival Ecotourism 2022 Sukses Digelar, Bank Indonesia Dorong Pengembangan Pariwisata Papua Barat

"Maluku Utara dipuji Pak Jokowi karena pertumbuhan positif sementara inflasinya stabil. Karena kerja keras TPID Papua Barat, sekarang tingkat inflasi kita peringkat dua di Sulampua," ujar Eko Listiyono.

Ia tetap mengimbau TPID Papua Barat tak boleh lengah dan fokus pada kerangka 4K untuk menjaga inflasi yang rendah dan stabil.

Kerangka 4K yang dimaksud yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Eko menambahkan, inflasi mesti dikendalikan dengan baik lantaran perekonomian Papua Barat pada 2023 diproyeksikan tumbuh lebih tinggi dibanding  2022.

Karena akselerasi Lapangan Usaha (LU) strategis seperti LU Industri Pengolahan dan LU pertambangan didorong peningkatan produksi LNG dari Train III Tangguh, serta kinerja sisi pengeluaran yang tumbuh. (*)

Sumber Foto: TRIBUNPAPUABARAT.COM/KRESENSIA KURNIAWATI MALA PASA

Caption Foto: EKNOMI TUMBUH - Deputi Kepala Perwakilan BI Papua Barat, Eko Listiyono mengungkapkan, perekonomian Papua Barat tumbuh positif pada triwulan III 2022, tetapi Tim Pengendali Inflasi Daerah mesti terus waspada pemicu inflasi. Hal itu disampaikannya dalam pertemuan tahunan BI 2022 di hotel Niu Aston, Manokwari, Papua Barat, Rabu (30/11/2022).

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved