Rabu, 27 Mei 2026

Wisata Papua Barat Daya

Mengapa Wisata Raja Ampat Mahal? Ternyata Ini Alasannya

Destinasi wisata Raja Ampat, di Papua Barat Daya perlu merogoh kocek cukup dalam untuk mengunjunginya. Ternyata ini alasannya.

Tayang:
zoom-inlihat foto Mengapa Wisata Raja Ampat Mahal? Ternyata Ini Alasannya
kemlu.go.id
Raja Ampat, Papua Barat Daya - Raja Ampat terletak di jantung pusat segitiga karang dunia (Coral Triangle) dan merupakan pusat keanekaragaman hayati laut tropis terkaya di dunia. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Destinasi wisata Raja Ampat, di Papua Barat Daya perlu merogoh kocek cukup dalam untuk mengunjunginya.

Meski begitu, kecantikan, kekayaan fauna dan lestarinya alam yang disuguhkan Raja Ampat, sepadan dengan biayanya.

Terlebih, Raja Ampat terletak di jantung pusat segitiga karang dunia (Coral Triangle) dan merupakan pusat keanekaragaman hayati laut tropis terkaya di dunia.

Baca juga: Rute Menuju Raja Ampat di Papua Barat Daya, Ini Estimasi Harga dan Caranya

Kenapa Biaya ke Raja Ampat Mahal?

Pertama, biaya transportasi menuju Raja Ampat, tak cukup hanya satu kali transit.

Jika dari Jakarta untuk menuju Sorong Papua Barat, kamu bisa melalui transportasi udara agar lebih cepat, dengan menuju Bandara Domine Eduard Osok, Sorong.

Lama waktu yang ditempuh adalah sekitar 5 hingga 7 jam.

Degan harga di kisaran Rp 2,7 juta sampai Rp 3,5 juta tergantung maskapai dan kelas pesawatnya.

Selain menggunakan pesawat, kamu bisa ke Sorong dengan Kapal Pelni.

Harga kapal dari pelabuhan Tanjung Priok ke Sorong sekitar Rp 810.000 untuk orang dewasa dan Balita Rp 86.000.

Pilihan kapalnya pun beragam.

Namun, waktu tempuh adalah sekitar 5 hari 9 jam.

Raja Ampat, Papua Barat Daya
Raja Ampat, Papua Barat Daya (kemlu.go.id)

Baca juga: Melihat Keistimewaan Wisata Raja Ampat di Papua Barat Daya, Apa yang Menarik?

Kemudian, dari Kota Sorong menuju Kota Waisai yang jadi pintu masuk Kabupaten Raja Ampat, perlu menggunakan kapal feri.

Waktu tempuh yang dilalui berada pada kisaran 2 jam dari Kota Sorong menuju Kabupaten Raja Ampat.

Harga tiketnya berada pada kisaran Rp 100.000 untuk Kelas Ekonomi dan Rp 215.000 untuk Kelas VIP.

Lalu, perlu mencari jasa travel untuk mengantarkan Anda berkeliling Kepulauan Raja Ampat menggunakan kapal atau speedboat.

Penawaran turnya pun beragam. Dari satu hari pergi pulang hingga empat hari atau menginap.

Biaya tripnya mulai dari Rp 1,8 juta sampai Rp 6,5 juta.

Jika Anda mengambil trip lebih panjang, lokasi wisata yang dikunjungi pun lebih banyak, dan beragam.

Ada banyak pilihan pulau-pulau yang bisa dinikmati saat berkeliling.

Kampung Sauwandarek, Raja Ampat, Papua Barat, yang merupakan salah satu pintu masuk ke Pulau Manswar. Kampung ini terkenal dengan pembuatan noken khas Raja Ampat, yang dibuat oleh ibu-ibu kelompok Mamak Noken. Selain itu, juga menjadi salah satu spot diving favorit wisatwan mancanegara.
Kampung Sauwandarek, Raja Ampat, Papua Barat, yang merupakan salah satu pintu masuk ke Pulau Manswar. Kampung ini terkenal dengan pembuatan noken khas Raja Ampat, yang dibuat oleh ibu-ibu kelompok Mamak Noken. Selain itu, juga menjadi salah satu spot diving favorit wisatwan mancanegara. ((KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA))

Biaya Konservasi untuk Pengunjung

Untuk menjaga kawasan Raja Ampat baik laut dan hutannya tetap asri, warga lokal mematok biaya perawatan bagi wisatawan.

Hal ini untuk mengupayakan supaya kelestarian tersebut tetap terjaga dan juga memenuhi kebutuhan ekonomi bagi warga lokal yang merawatnya.

Biaya yang Anda keluarkan tersebut sebagian digunakan untuk merawat dan menjaga ekosistemnya.

Sehingga wisatawan bisa menikmati kelestarian Raja Ampat lebih lama.

Namun jika mengikuti paket tur, beberapa telah jadi satu dalam biaya yang dipatok.

Kekayaan Raja Ampat

Raja Ampat terletak di jantung pusat segitiga karang dunia (Coral Triangle) dan merupakan pusat keanekaragaman hayati laut tropis terkaya di dunia saat ini, dikutip dari rajaampatkab.go.id.

Raja Ampat memiliki kekayaan dan keunikan spesies yang tinggi dengan ditemukannya 1.318 jenis ikan, 699 jenis moluska (hewan lunak) dan 537 jenis hewan karang.

Tidak hanya jenis-jenis ikan, Raja Ampat juga kaya akan keanekaragaman terumbu karang, hamparan padang lamun, hutan mangrove, dan pantai tebing berbatu yang indah.

Pemandangan Telaga Bintang Raja Ampat, Sorong, Papua Barat, Minggu (3/3/2022). Telaga ini membentuk bintang dikelilingi terumbu karang menyerupai pulau-pulau kecil. Tribun-Video.com/ Fajri Digit
Pemandangan Telaga Bintang Raja Ampat, Sorong, Papua Barat, Minggu (3/3/2022). Telaga ini membentuk bintang dikelilingi terumbu karang menyerupai pulau-pulau kecil. Tribun-Video.com/ Fajri Digit (TribunPapuaBarat.com)

Spot Menyelam

Ada banyak tempat menyelam dan snorkeling untuk dipilih di perairan yang luas ini.

Di antaranya adalah di Kabui Passage (lorong yang sangat sempit antara Waigeo dan Pulau Gam yang dilintasi oleh penjelajah Inggris terkenal, Alfred Russell Wallace pada tahun 1860), di sekitar Dermaga Pulau Arborek, Sawandarek, Yenbuba, Tembok Friwen, dan banyak lagi.

Selain itu pari manta juga jadi daya tarik wisatawan di Raja Ampat.

Dikutip dari Kompas.com, Manta Sandy merupakan tempat berkumpul, mencari makan, dan membersihkan diri pari manta.

Lokasinya berada di kawasan Selat Dampier ini cukup dekat dari Pulau Arborek, sekitar 15 menit dengan speedboat.

Spot di Atas Bukit

Meskipun kemegahan bawah lautnya luar biasa, lanskap di atas permukaannya sama-sama menakjubkan.

Seolah-olah dirancang dengan hati-hati, pulau-pulau kecil batu berada di tengah-tengah air biru jernih di Piaynemo.

Spot ini menawarkan beberapa pemandangan paling spektakuler di muka bumi.

Lebih jauh di Pulau Wayag, Anda juga akan menemukan formasi pulau-pulau batuan yang menakjubkan dalam skala yang lebih besar.

Destinasi wisata Pianemo, di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (5/5/2016). Untuk melihat panorama bahari ini, wisatawan harus menaiki 320 anak tangga, sebelum akhirnya rasa capek terbayar dengan melihat keindahan Pianemo dari atas bukit.
Destinasi wisata Pianemo, di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (5/5/2016). Untuk melihat panorama bahari ini, wisatawan harus menaiki 320 anak tangga, sebelum akhirnya rasa capek terbayar dengan melihat keindahan Pianemo dari atas bukit. ((KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA))

Temukan Spesies Endemik

Margasatwa Raja Ampat yang luar biasa tidak berhenti di bawah air.

Di tengah banyaknya hutan lebat di dalam pulau, orang masih dapat menemukan berbagai spesies burung termasuk Cendrawasih yang spektakuler atau burung Cendrawasih.

Ada empat jenis cenderawasih yang bisa dilihat di Sawinggrai, yakni cenderawasih merah (Paradisaea rubra), cenderawasih belah rotan (Cicinnurus magfinicus), cenderawasih kecil (Paradisaea minor), dan cenderawasih besar (Paradisaea apoda).

Dari empat jenis ini, cenderawasih merah menjadi maskot Desa Sawinggrai.

Untuk dapat menikmati tarian cenderawasih tersebut, wisatawan harus rela mendaki bukit Manjai Sawinggrai selama kurang lebih 30 menit.

Atraksi menari ini merupakan ritual kawin burung cenderawasih.

Para pejantan akan berkumpul untuk bersaing memperlihatkan keelokan bulunya untuk menarik perhatian burung betina.

Desa dengan Keramahan Orang Papua

Selain atraksi beragam alamnya, Raja Ampat juga menawarkan keramahan khas orang Papua.

Di Desa Wisata Arborek, Anda dapat menginap di sejumlah homestay dan berbaur dengan penduduk setempat sambil mengamati kehidupan sehari-hari dan tradisi unik mereka.

Desa Arborek jadi salah satu detinasi wisata populer dan pernah masuk dalam 50 besar dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021.

Ketika sekelompok wisatawan tiba, mereka biasanya menampilkan tarian penyambutan tradisional tepat di dermaga dan menjamu para 'tamu' dengan berbagai lagu rakyat Papua.

Selain itu, ada salah satu yang menarik perhatian para wisatawan.

Laut Arborek dikenal sebagai lokasi persebaran pari manta.

Dengan semua keajaiban spektakulernya di pedalaman, di pantai, dan di luar perairan, dan suasana tenang yang berbeda yang jarang Anda temukan di tempat lain di bumi, Raja Ampat benar-benar menawarkan pengalaman terbaik yang hanya bisa diimpikan oleh orang-orang.

Jadi, apakah Anda seorang penyelam yang rajin, snorkeler sesekali, atau hanya seseorang yang menghargai keindahan dalam segala hal, Raja Ampat menyambut Anda di Surga di Bumi.

(TribunPapuaBarat.com/ RDZ)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved