Kenapa Rompi Oranye KPK dan Maniken Bermasker di BPVP Sorong?

Rompi oranye Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jadi pajangan di selasar utama kantor Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sorong

Penulis: Thamzil Tahir | Editor: Haryanto
TRIBUNPAPUABARAT.COM
PAJANGAN - Rompi oranye Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi pajangan di selasar utama kantor Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (24/1/2023). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Rompi oranye Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jadi pajangan di selasar utama kantor Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (24/1/2023).

Rompi bertulis TAHANAN KPK itu terlihat mencolok, dan menarik perhatian tetamu lembaga yang dulu bernama Balai Latihan Kerja (BLK) Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), pertama di Tanah Papua.

"Itu peringatan, sekaligus simbol bahwa lembaga kami sudah mendapat status WBK (wilayah bebas korupsi) dari KPK dan akan terus berupaya mempertahankan itu," kata Kepala BPVP Sorong, Rahmat Arsyad ST, MSP, kepada Tribun, Selasa (24/1/2023) siang.

Baca juga: BPVP Sorong Jalin Kemitraan dengan TribunPapuaBarat.com, Rahman Arsyad: Media Perlu Digandeng

WBK sendiri adalah predikat yang diberikan kepada suatu unit kerja yang memenuhi sebagian besar manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, dan penguatan akuntabilitas kinerja.

Disamping aksesori lembaga anti-rasuah negara itu, juga ada tulisan abjad kapital; "JANGAN MIMPI PAKAI ROMPI INI".

Rahmat mengemukakan komitmen penegakan antiKorupsi itu, usai acara pembukaan pelatihan kompetensi Batch I BPVP di aula Cendrawasih kantor BPVP Sorong l, di Jl Basuki Rahmat Km 9,5, Kelurahan Sawagumu, Kecamatan Malaimsimsa, Kota Sorong, Papua Barat Daya.

BPVP berdiri sejak tahun 1981.

"Saya alumni BLK Sorong ini, bisang elektronik," kata Marthen Nomburo, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sorong, usai ikut seremoni yang dihadiri 321 peserta, termasuk 57 pegawai.

Baca juga: BPVP Sorong Gelar Pelatihan Bidang Keahlian, Dirjen: Solusi Mengatasi Pengangguran

Acara dibuka Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Pelatihan Volasi dan Produktivitas Kemenaker Budi Hartawan MA, dan dihadiri pengurus Forum Komunikasi Lapangan Kerja Sorong Peter Sahupala (ketua) dan Meti Rumawak (Sekretaris).

Rompi Oranye mulai digunakan KPK 10 tahun lalu. Tepatnya, 24 Mei 2013, kala KPK dipimpin oleh Abraham Samad.

Setidaknya saat itu ada 4 baju yang diluncurkan, satu baju oranye berlengan untuk baju sehari-hari para tahanan, satu baju oranye tak berlengan untuk yang tertangkap tangan, rompi oranye untuk mengikuti persidangan, dan baju berwarna hitam dipakai saat para tahanan berolahraga.

Seluruh baju itu bertulisan 'Tahanan KPK' di bagian punggungnya.

"Biar mencolok, agar tahu kalau ini tahanannya KPK, biar malu nanti," ujar Bambang Widjojanto (BW) sebagai Wakil Ketua KPK saat itu.

Baca juga: Kemenaker Cari Lahan 24 Hektare untuk Skill Center Alat Berat di 6 Provinsi Baru Papua

Tahun 2019, KPK menambahkan 'aksesori' bagi para tahanannya: sebuah borgol di tangan para tersangka korupsiz

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved