Selasa, 14 April 2026

Pemda Kabupaten Tambrauw dan LSM Bahas Masterplan Kabupaten Konservasi

"Tambrauw ini merupakan kabupaten konservasi dan kami perlu satu dokumen perencanaan secara utuh," kata Mousche Woria

Tayang:
zoom-inlihat foto Pemda Kabupaten Tambrauw dan LSM Bahas Masterplan Kabupaten Konservasi
TRIBUNPAPUABARAT.COM/ISTIMEWA
KABUPATEN KONSERVASI - Foto Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Tambrauw, Muosche Woria, dengan personel LSM dalam rapat di sebuah hotel di Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (2/02/2023). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Pemerintah Kabupaten Tambrauw mengelar rapat di Manokwari, Kamis (2/02/2023).

Rapat itu untuk persiapan penyusunan dokumen masterplan kabupaten konservasi dan pembentukan panitia masyarakat hukum adat Kabupaten Tambrauw.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Tambrauw, Muosche Woria, mengatakan, sebelumnya ada pertemuan antara LSM dan Staf Ahli Bupati Tambrauw Bidang Konservasi, Dr Sepus Marten Fatem, untuk menyusun dokumen masterplan kabupaten konservasi (Tambrauw).

"Tambrauw ini merupakan kabupaten konservasi dan kami perlu satu dokumen perencanaan secara utuh," kata Mousche Woria, kepada Tribunpapuabarat.com.

Ia menyebut, perlu sinergitas antara pemerintah dan LSM supaya kabupaten konservasi bisa memiliki target dan indikator kerja.

Baca juga: Paulinus Baru Terpilih Jadi Ketua Lembaga Masyarakat Adat Tambrauw

"Kalau kita bicara kabupaten konservasi (Tambrauw), apa sasaran dan indikator yang akan kita capai, setelah," kata Mousche Woria.

Melalui pertemuan itu, ucapnya, pemerintah dan LSM berusaha untuk bersinergi.

Kepala Bappeda, Mousche Woria mengajak LSM sebagai mitra pembangunan untuk bagaimana bersinergi dengan Pemda Kabupaten Tambrauw.

Tujuannya agar program kerja Pemkab Tambrauw bisa dipadukan dengan program kerja LSM untuk bersama-sama berbagi peran dalam pembangunan dan pengembangan Kabupaten Tambrauw sebagai daerah konservasi.

"Siapa yang mengerjakan apa itu, bisa kita lakukan dengan kolaboratif, apabila sudah bersinergi," ujar Mousche Woria.

Ia menyebut pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri karena masih banyak keterbatasan, baik SDM maupun anggaran.

Baca juga: Eks Sekjen AMAN Abdon Nababan: Lembaga Adat Tambrauw Harus Jadi Rumah untuk Diskusi Antarsuku

Pemkab Tambrauw menyambut baik kehadiran LSM yang datang dengan modal besar dari para donaturnya baik dalam negeri maupun luar negeri.

Apalagi LSM itu ingin menyumbangkan sesuatu dalam bentuk pengembangan daerah konservasi di Kabupaten Tambruaw.

"Cuma ini belum disinergikan dengan baik," Kata Muosche Woria.

Ia berkeyakinan LSM sebagai pihak ketiga dalam mitra pembangunan Pemkab Tambrauw bisa bersinergi dengan baik untuk pengembangan kabupaten konservasi (Tambrauw).

Baca juga: Tarian Wuon Sambut Tamu Musyawarah Adat di Tambrauw Papua Barat Daya

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved