Berita Kota Sorong
Polresta Sorong Kota Dalami Kasus Curanmor yang Diduga Libatkan Oknum Anggota TNI Sebagai Penadah
Selain berkoordinasi, pihaknya pun tengah melaksanakan pendalaman terkait jaringan yang diduga ikut melibatkan oknum anggota TNI AL.
Penulis: Safwan Ashari | Editor: Libertus Manik Allo
TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Polresta Sorong Kota, tengah melakukan koordinasi bersama Polisi Militer Angkatan Laut XIV/Sorong, perihal kasus curanmor yang diduga melibatkan oknum TNI AL di Kota Sorong.
Oknum anggota TNI itu diduga sebagai penadah.
"Hingga kini kita masih dalam tahap koordinasi ke PM AL, terkait keterlibatan oknum anggota TNI," ujar Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol Happy Perdana Widianto, kepada TribunSorong.com, Senin (3/4/2023).
Baca juga: Polres Sorong Kota Bekuk 5 Residivis Curanmor, Modus Pelaku Kebutuhan Ekonomi
Baca juga: Polsek Sorong Timur Ringkus 7 Pelaku Curanmor, 2 Orang Status Pelajar
Selain berkoordinasi, pihaknya pun tengah melaksanakan pendalaman terkait jaringan yang diduga ikut melibatkan oknum anggota TNI AL.
"Kami saat ini masih menelusuri jumlah pasti soal kendaraan hasil curanmor yang diserahkan ke oknum TNI," tuturnya.
Sebelumnya, Polresta Sorong Kota, Polda Papua Barat, kembali mengungkap dugaan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Dalam kasus tersebut, diduga para pelaku setelah menjalankan aksinya, menyerahkan kendaraan hasil curanmor ke oknum anggota TNI di Sorong.
"Dari pengungkapan kasus curanmor pelaku ada yang main sendiri, dan juga ada pula yang memiliki penadah," ucap Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol Happy Perdana Widianto, Kamis (30/3/2023).
Perihal adanya dugaan keterlibatan oknum TNI, Happy mengaku telah berkoordinasi dengan Polisi Militer Angkatan Laut (PM AL) XIV/Sorong.
"Kita sudah koordinasi dengan PM AL, memang ada informasi tersebut namun mekanismenya kami serahkan kepada PM AL XIV/Sorong," ungkapnya.
Hingga kini, modus yang digunakan pada aksi curanmor di wilayah hukum Polresta Sorong Kota masih dengan modus lama.
Lanjutnya, para pelaku tindak pidana curanmor lebih banyak memanfaatkan kelengahan dari calon target mereka.
"Kendaraan hasil curanmor yang ada kaitannya dengan oknum anggota TNI sekira 26 unit," beber Happy.
Kendati demikian, pihaknya enggan menyampaikan lebih lanjut perihal jual beli kendaraan curanmor yang melibatkan oknum anggota TNI di Kota Sorong.
"Terkait pendanaan hingga kini kami belum kembangkan, tapi yang pasti nanti dikonfirmasi langsung ke PM AL XIV/Sorong," pungkasnya.
Disclaimer: Hingga berita ini dinaikkan TribunSorong.com telah melakukan upaya konfirmasi kepada Komandan PM AL XIV/Sorong, melalui pesan WhatsApp perihal informasi tersebut.
Hanya saja, pihaknya belum menjawab terkait pengungkapan kasus curanmor oleh Polresta Sorong Kota, Polda Papua Barat.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.