Kamis, 23 April 2026

KPU Terpilih 6 Kabupaten di Papua Barat

Ketua KNPI Pertanyakan Hasil Seleksi Komisioner KPU Pegaf Papua Barat

"Jangan sampai kepentingan politik suatu pihak menghambat kinerja KPU," ujar Shem Iba.

Tayang:
zoom-inlihat foto Ketua KNPI Pertanyakan Hasil Seleksi Komisioner KPU Pegaf Papua Barat
Dokumentasi Shem Iba
Ketua DPD Komite Pemuda Nasional Indonesia (KNPI) Kabupaten Pegununugan Arfak (Pegaf), Shem Iba. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Polemik pengumuman hasil seleksi komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pegunungan Arfak mendapat banyak respons dari berbagai pihak.

Antara lain datang dari Ketua KNPI Pegunungan Arfak, Shem Iba, yang meminta KPU pusat dan provinsi agar menjelaskan terkait pengumuman sembilan calon anggota KPU Pegaf yang tidak lulus psikotes.

"Psikotes itu di tahapan awal, masa sudah di tahap akhir baru alasan yang dipakai adalah tidak lulus psikotes," kata Shem Iba kepada media di Manokwari, Rabu (26/07/2023).

Ia mengatakan patut diduga telah terjadi kecurangan dalam pengumuman hasil komisioner KPU Pegaf.

Shem Iba berharap KPU RI maupun Papua Barat bisa memberikan penjelasan terkait hal tersebut.

Baca juga: Ketua KPU RI Lantik 125 Anggota KPU dari 25 Daerah di 5 Provinsi 

Baca juga: 5 Anggota KPU Kaimana Dilantik, 3 Komisioner Ikut Secara Daring 

 

Tujuannya agar tidak menimbulkan asumsi liar dikalangan masyarakat Kabupaten Pegunungan Arfak.

"Sebenarnya, peserta itu kalau tidak lulus psikotes, maka sudah diumumkan sejak awal," kata Shem Iba.

Ia juga berharap polemik itu tidak sampai mencederai independensi KPU.

"KPU ini lembaga yang berdiri sendiri untuk menyelenggarakan Pemilu jangan sampai kepentingan politik suatu pihak, menghambat kinerja KPU," ujar Shem Iba.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved