Berita Manokwari
Masyarakat Diminta Tak Sepelehkan Sariawan, Bisa Menyebabkan Kanker Rongga Mulut
Oleh karena itu, ia menyarankan masyarakat lebih baik mencegah sejak dini dengan melakukan pemeriksaan.
Penulis: Elias Andi Ponganan | Editor: Libertus Manik Allo
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Tim Promosi Kesehatan RSUD Manokwari melakukan penyuluhan pencegahan penyakit sariawan ke pasien yang berobat di RSUD Manokwari, Rabu (23/8/2023).
Penyuluhan itu disampaikan oleh dokter spesialis penyakit mulut, drg Yannie M. Lefaan.
Ketua Tim Promosi Kesehatan RSUD Manokwari, Allianni Aliudin menuturkan, penyeluhan ini dilakukan supaya masyarakat mengenali mana sariawan normal dan berbahaya.
Baca juga: Direktur RSUD Manokwari Janji Perhatikan Kebersihan dan Peningkatan Pendapatan Daerah
Baca juga: Kabupaten Kaimana KLB Campak, Dinas Kesehatan Swipping Imunisasi
Sementara itu, drg, Yannie M. Lefaan saat ditemui usai memberikan penyuluhan mengatakan, sariawan merupakan penyakit yang sering dialami masyarakat.
Diungkapkannya, rata-rata sembilan dari 10 pasiennya yang berobat, pernah mengalami sariawan.
"Rata-rata, pasien sariawan biasanya tidak melakukan pertolongan atau pemeriksaan," ungkap Yannie Lafaan kepada TribunPapuaBarat.com.
Padahal lanjut Yannie, penyebab timbulnya sariawan banyak.
"Bisa karena hormonal dan juga karena trauma. Untuk yang disebabkan karen trauma ada beberapa macam, secara mekanis, kimia, alergi dan juga virus," jelasnya.
Dikatakannya, apabila masyarakat ada yang mengalami sariawan selama dua Minggu. Serta posisi sariawan tidak berpindah-pindah dan tak kunjung sembuh, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke poli penyakit mulut.
Sebab, ditakutkan nanti mengarah kanker rongga mulut.
"Sebab kalau sudah mengarah kesana, sudah sulit untuk di obati," ujarnya.
Oleh karena itu, ia menyarankan masyarakat lebih baik mencegah sejak dini dengan melakukan pemeriksaan.
Ia menambahkan, penyuluhan ini merupakan program rutin dari Tim Promosi Kesehatan RSUD Manokwari.
Promosi kesehatan yang dilakukan setiap bulannya berbeda-beda.
"Memang setiap bulannya kita rutin untuk melakukan promosi kesehatan. Kebetulan, bulan ini bagian saya dari poli penyakit mulut untuk memberikan penyuluhan," tutupnya.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.