Sabtu, 9 Mei 2026

Wisata Papua Barat

6 Aturan Dasar Menyelam di Raja Ampat, Waspadai Hewan Liar

Ada aturan yang harus dipatuhi jika menyelam atau snorkeling di Raja Ampat, wisata Papua Barat Daya.

Tayang: | Diperbarui:
zoom-inlihat foto 6 Aturan Dasar Menyelam di Raja Ampat, Waspadai Hewan Liar
TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari
Pengibaran bendera merah putih di Pulau Piaynemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Sabtu (13/8/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Ada aturan yang harus dipatuhi jika menyelam atau snorkeling di Raja Ampat, wisata Papua Barat Daya.

Kawasan Raja Ampat tersohor sebagai wisata bahari, yang keindahan dan kekayaan hayatinya meraih penghargaan bergengsi tingkat dunia yakni Blue Park, di Lisbon, Portugal.

Penghargaan Blue Park dari Marine Conservation Institute kepada Raja Ampat, lantaran wilayah ini memiliki satwa liar laut yang luar biasa.

Sehingga, untuk melengkapi pengalaman tak terlupakan di Raja Ampat, jangan lewatkan kesempatan untuk melihat keindahan alam bawah lautnya secara langsung.

Baca juga: Wisata Papua Barat di Fakfak, Teluk Toran Tak Kalah Indah dari Raja Ampat

Namun, bagi Anda yang akan melakukan aktivitas diving di Raja Ampat, ada sejumlah peraturan yang wajib dipatuhi.

1. Perhatikan Arus

Raja Ampat dan khususnya areal Selat Dampier adalah perairan sempit yang terletak di antara Samudra Pasifik dan Hindia, dimana volume air yang sangat besar bergerak melalui ruang sempit dalam setiap pasang-surutnya sehingga menghasilkan arus yang sangat kuat.

Raja Ampat dikenal karena arusnya yang kuat (termasuk arus bawah atau down currents) terutama disekitar waktu ketika bulan purnama dan bulan baru.

Karena itu, sangatlah penting untuk merencanakan waktu penyelaman atau snorkelingdengan mempertimbangkan kondisi laut, agar setiap orang dapat mengantisipasi kondisi arus dengan baik dan tetap aman sepanjang kegiatan.

Apalagi, tidak semua lokasi menyelam cocok untuk semua penyelam.

Dikutip dari situs Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Raja Ampat, beberapa spot menyelam di Raja Ampat hanya cocok untuk penyelam yang telah berpengalaman.

Sehingga jika Anda tahu bahwa secara fisik Anda tidak memungkinkan untuk menyelam di arus yang kuat di beberapa spot Raja Ampat, maka jangan lakukan kegiatan tersebut!

2. Waspadai Hewan Liar

Saat Anda memasuki perairan Raja Ampat, maka Anda akan menjumpai beragam margasatwa juga. Ada hewan-hewan yang dapat melukai, menggigit, menggores atau menyengat Anda, bahkan beberapa memiliki potensi yang membahayakan jiwa.

Tetapi sebagai aturan umum, mohon patuhi atuaran, jangan sentuh, jaga jarak, dan tetap tenang.

Ada banyak hewan kecil dan cantik di karang yang dapat membuat Anda banyak bahaya.

Gurita cincin biru, cangkang kerucut, lionfish – ini adalah daftar panjang. Mereka tidak akan mengganggu Anda jika Anda tidak mengganggu mereka.

3. Jangan Rusak Terumbu Karang

Danau Karawop di Pulau Misool Raja Ampat.
Danau Karawop di Pulau Misool Raja Ampat. ((Indonesia Travel))

Jangan menyentuh, termasuk berjalan di atas karang saat memasuki air.

Selain bisa merusak karang, bisa juga melukai kaki Anda dan bisa menyebabkan infeksi.

4. Pakai Tabir Surya dan Hindari Dehidrasi

Tabir surya dan/atau perlindungan kulit adalah suatu keharusan.

Snorkeling atau menyelam di Raja Ampat bisa jadi aktivitas yang melupakan waktu, sehingga beberapa jam bisa berlalu seperti sekejap mata.

Selain itu, jangan lupa banyak meminum air putih untuk menghindari dehidrasi.

Pulau Sauwandarek di Raja Ampat termasuk jadi spot snorkeling dan diving.
Pulau Sauwandarek di Raja Ampat termasuk jadi spot snorkeling dan diving. ((KOMPAS.com/FIDEL ALI))

5. Gunakan Pemandu Selam

Pemandu Selam bekerja untuk meningkatkan kualitas pengalaman wisata Anda, dan untuk menjaga keselamatan Anda selama penyelaman.

Gunakanlah pemandu selam lokal karena mereka tahu kondisi Raja Ampat dengan baik.

Ikuti, dengarkan, dan patuhi instruksi mereka selama Anda menyelam atau snorkeling. Biarkan mereka melakukan pekerjaan mereka!

Para diver wisatawan mancanegara diving di spot Kampung Wisata Yenbuba, di Pulau Manswar, Raja Ampat. Laut yang jernih, biota yang kaya, serta masih cukup terawat membuatnya jadi salah satu spot diving favorit di Raja Ampat.
Para diver wisatawan mancanegara diving di spot Kampung Wisata Yenbuba, di Pulau Manswar, Raja Ampat. Laut yang jernih, biota yang kaya, serta masih cukup terawat membuatnya jadi salah satu spot diving favorit di Raja Ampat. ((KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA))

6. Cek Paduan Cuaca

Selalu pertimbangkan kondisi cuaca sebelum menyelam atau snorkeling.

Raja Ampat memiliki kondisi cuaca yang buruk selama bulan Juli hingga September.

Meskipun hujan terus-menerus jarang terjadi, angin kencang dapat menyebabkan kondisi laut yang buruk dan berombak besar.

Meskipun cuaca mungkin tidak selalu memengaruhi kondisi di bawah laut, namun kondisi di permukaan yang buruk akan menyebabkan perjalanan menggunakan perahu atau moda transportasi laut launnya menjadi sulit, atau bahkan berbahaya.

Baca juga: Melihat Pesona Kali Biru di Raja Ampat Bernuansa Asri dan Magis

Surga para Petualang

Raja Ampat merupakan kawasan dengan gugusan pulau yang di kelilingi lautan.

Di sini ada banyak hal bisa di lakukan para wisatawan.

Yakni trekking atau mendaki ke puncak pulau yang pasti akan digemari para pecinta alam.

Apalagi beberapa spot mendaki memiliki medang yang menantang.

Meski begitu ada hal yang harus diwaspadai karena mendaki di pulau Raja Ampat melewati bebatuan tajam dan membutuhkan waktu banyak.

Perahu kayu berada di laguna Pulau Rufas yang terlihat jernih pada Senin (1/6/2016). Pulau Rufas terletak di Desa Pam, Distrik Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Lanskap air laut jernih serta tebing batu karst bisa terlihat dari puncak bukit.
Perahu kayu berada di laguna Pulau Rufas yang terlihat jernih pada Senin (1/6/2016). Pulau Rufas terletak di Desa Pam, Distrik Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Lanskap air laut jernih serta tebing batu karst bisa terlihat dari puncak bukit. ((KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo))

Aktivitas lain yang menantang yakni menyusuri gua.

Raja Ampat juga memiliki situs-situs gua yang memiliki pesonanya tersendiri.

Satu di antaranya yakni Gua Stalaktit Putri Termenung di Misool yang bisa disusuri para pengunjungnya.

Ada juga kegiatan berkemah di sekitar air terjun yang pasti akan memberikan pengalaman tak terlupakan.

Nah, kemudian snorkeling juga menjadi menu wajib para pengunjung di Raja Ampat untuk menikmati keindahan alam bawah lautnya.

Keindahan Alam

Raja Ampat memiliki julukan Surga yang jatuh ke Bumi.

Hal ini arena banyak spot di Raja Ampat memiliki keindahan yang juga masih asri.

Diketahui Raja Ampat terletak di jantung pusat segitiga karang dunia (Coral Triangle) dan merupakan pusat keanekaragaman hayati laut tropis terkaya di dunia saat ini, dikutip dari rajaampatkab.go.id.

Raja Ampat memiliki kekayaan dan keunikan spesies yang tinggi dengan ditemukannya 1.318 jenis ikan, 699 jenis moluska (hewan lunak) dan 537 jenis hewan karang.

Raja Ampat juga kaya akan keanekaragaman terumbu karang, hamparan padang lamun, hutan mangrove, dan pantai tebing berbatu yang indah.

Ada taman yang memiliki ratusan koleksi anggrek, hutan pedalaman yang masih terjaga.

Dan banyak sudut menarik di Raja Ampat yang memanjakan mata para wisatawan.

Baca juga: Wisata Papua Barat di Fakfak, Teluk Toran Tak Kalah Indah dari Raja Ampat

Atraksi Eksotis

Raja Ampat tak hanya kaya akan pemandangannya yang menakjubkan.

Di Raja Ampat bahkan memiliki berbagai spesies endemik yang tidak ada di belahan dunia lain.

Di Kampung Saporkren sendiri, menjadi tempat hidup 104 jenis burung, dikutip dari kemenparekraf.go.id.

Dari 104 jenis burung itu, termasuk satwa langka dan endemik khas Raja Ampat yaitu Burung Cenderawasih Merah (Paradisaea rubra) dan Burung Cenderawasih Botak (Cicinnurus respublica).

Wisatawan di sini bisa melakukan pengamatan burung yang hidup bebas di alam dengan jungle trekking.

Yang menarik, wisatawan juga akan disuguhi atraksi tarian cenderawasih yang merupakan hewan langka dan sangat dilindungi.

Pemandangan Pulau Misool dari Puncak Harfat, Raja Ampat
Pemandangan Pulau Misool dari Puncak Harfat, Raja Ampat ((Indonesia Travel))

Wisata Ekstrem

Wisata bahari Raja Ampat pernah tercatat sebagai situs selam atau diving terbaik dunia tahun 2015 versi CNN.

Bahkan Provinsi Papua Barat ini juga dikenal dengan julukan The Last of Paradise yang diberikan wisatawan mancanegara.

Jika kamu ingin menyelam dan melihat keindahan alam bawah laut Raja Ampat, ada beberapa spot yang harus kamu kunjungi.

Misalnya Pantai atau Pulau Arborek, dan juga Magic Mountain.

Wisatawan yang diving juga bisa melihat schooling fish di bawah laut Pulau Arborek.

Baca juga: Daftar Pulau untuk Menyelam di Raja Ampat, Simak Keindahannya

Pulau ini juga dikenal dengan tempatnya penyelam pemula.

Pulau ini memiliki sebagian kecil lokasi yang aman untuk belajar selam.

Hal ini karena kedalaman air yang bertahap dan relatif aman dari arus besar.

Bahkan beberapa spot di Raja Ampat, menawarkan pengalaman menyelam dengan melihat pari manta hingga hiu paus berenang bebas di habitatnya.

(TribunPapuaBarat.com/ RDZ)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved