Kamis, 21 Mei 2026

Pemilu 2024

Optimisme Romer Tapilatu di 2024: Masyarakat Harus Cerdas Memilih yang Potensial Jadi Presiden

Sehingga, menurut dia, Partai Gerindra akan moncer di tahun 2024 melalui capres maupun para caleg-nya.

Tayang:
zoom-inlihat foto Optimisme Romer Tapilatu di 2024: Masyarakat Harus Cerdas Memilih yang Potensial Jadi Presiden
TribunPapuaBarat.com//Kresensia Kurniawati Mala Pasa
Politisi Partai Gerindra Romer Tapilatu 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Politisi Partai Gerindra Romer Tapilatu memasuki Tahun Baru 2024 dengan optimisme.

Romer Tapilatu merasa yakin calon presiden (capres) RI Prabowo Subianto akan memenangkan pemilihan presiden  (Pilpres) 2024.

Bersama calon wakil presiden (cawapres) Gibran Rakabuming Raka di nomor urut dua.

Baca juga: Romer Tapilatu Dorong Pembentukan Lembaga Terpadu Stunting dan Kemiskinan Ekstrim

Baca juga: Romer Tapilatu Menaruh Perhatian Besar untuk Pendidikan Dasar

Sehingga, menurut dia, Partai Gerindra akan moncer di tahun 2024 melalui capres maupun para caleg-nya.

Diketahui, Romer Tapilatu diusung DPD Partai Gerindra Provinsi Papua Barat sebagai caleg DPRD Provinsi Papua Barat dari daerah pemilihan (dapil) Manokwari.

Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat untuk cerdas memilih capres yang potensial memenangkan Pemilu 2024.

Sehingga, aspirasi pembangunan yang disuarakan masyarakat mudah diakomodasi oleh pihak eksekutif maupun legislatif di masa pemerintahan berikutnya.

“Kalau Prabowo yang menjadi presiden, maka pilihlah Gerindra yang menjadi bagian dari gerbongnya,” ungkap Romer Tapilatu saat dihubungi TribunPapuaBarat.com di Manokwari, Senin (1/1/2023).

Ia percaya, berkontestasi dalam Pemilu 2024 sebagai caleg dari Partai Gerindra merupakan jalan dari Tuhan.

Anggota DPRD Kabupaten Manokwari dua periode, merasa optimis dari 12 orang yang diusung Gerindra Provinsi Papua Barat, akan ada yang menang di tiap dapil.

Para kader Gerindra yang meraih suara di Pemilu 2024, itu diyakini mampu bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat mewujudkan aspirasi pembangunan masyarakat.

“Sebaliknya jika berada di luar pemerintahan, maka menjadi pihak oposisi yang tidak mendapatkan apa-apa. Mungkin hanya bisa berkata-kata,” pungkas Romer Tapilatu.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved