Berita Fakfak
Donatus Nimbitkendik Ungkap Figur Bupati Fakfak 2024
"Bagi saya kita harus mencari orang atau pemimpin-pemimpin Fakfak yang punya jiwa sosialis, tetapi juga punya kemampuan lebih sebagai kapitalis,"
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Donatus-Nimbitkendik-2024.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Pengamat Politik Donatus Nimbitkendik menyebutkan ada dua tipikal kepemimpinan yang dinilai perlu dimiliki seorang bupati sebagai kepala daerah di Kabupaten Fakfak.
Donatus menuturkan seorang bupati harus memiliki jiwa kapitalis atau masuk dalam kelompok kapitalis.
"Itu pertama, sebab seorang pemimpin yang lahir atau dicalonkan berdasarkan kelompok kapitalis maka dia akan berfikir dan melakukan hal-hal besar," sebut Donatus Nimbitkendik kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak, Selasa (16/1/2024).
Baca juga: Donatus Nimbitkendik Soroti Surat Suara Pemilu 2024, Ini Penyebabnya
Baca juga: Donatus Nimbitkendik Sebut Money Politic Masih Punya Andil Besar dalam Pileg Fakfak 2024
Donatus mencontohkan, misalnya sosok pemimpin kapitalis sudah pasti dia mampu membuka suatu lapangan pekerjaan dengan berusaha mencari investor dari luar daerah.
"Tujuan besarnya, tak lain dan tak bukan untuk membangun negeri ini (Fakfak)," ujarnya.
Ia menyebutkan, seorang pemimpin yang berjiwa kapitalis memiliki kemampuan lobby yang besar sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan.
"Kita tahu saat ini anak muda kita atau yang biasa disebut kelompok milenial itu sangat membutuhkan pekerjaan, setelah mereka bersekolah atau berkuliah," tandasnya.
Kemudian, tipikal kepemimpinan yang kedua dan dinilai Donatus harus dimiliki seorang bupati ialah berjiwa sosial.
"Sudah barang tentu seseorang yang berjiwa sosial ini datang dari kelompok sosialis, di mana pemimpin semacam ini dia lebih dekat ke masyarakat terlebih khusus lagi masyarakat adat," sebutnya.
Mantan Wabup Fakfak itu mengatakan, pemimpin yang berjiwa sosialis akan mementingkan kepentingan masyarakat Fakfak.
"Kepentingan inilah yang akan diperhatikannya saat memimpin, mungkin dia akan lebih banyak memperhatikan masyarakat kecil di kampung-kampung," katanya.
Dicontohkan Donatus, misalnya masyarakat pinggiran Fakfak yang selama ini terlupakan akan dirangkul dan dilihat olehnya.
"Perhatian yang diberikan pemimpin kelompok sosialis ini bisa ia berikan perhatian terhadap rumah tinggal warga, transportasi, pendidikan, ekonomi dan sektor potensi lainnya," beber Donatus.
Pemimpin berjiwa sosialis dikatakan Donatus jika turun ke masyarakat pesisir yang berprofesi sebagai Nelayan maka ia akan cenderung memberikan perhatian penuh pada kelengkapan melaut.
"Pemimpin tersebut pasti akan memberi bantuan alat pancing, perahu dan kebutuhan Nelayan lainnya termasuk kalau ketemu Petani pasti akan mengakomodir kebutuhan Petani juga," ucapnya.