Info Unipa
Fakultas MIPA UNIPA Jembatani Mahasiswa dengan Dunia Kerja Lewat Magang Mandiri
Program magang hanya satu dari beberapa agenda kegiatan dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.
Penulis: Kresensia Kurniawati Mala Pasa | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Markus-fmipa.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Para lulusan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Universitas Papua (UNIPA) dianggap memiliki prospek pekerjaan yang moncer.
Dekan FMIPA UNIPA Markus Heryanto Langsa mengungkapkan, fakultas mencoba menjembatani mahasiswa dengan dunia kerja melalui program magang mandiri.
Mahasiswa FMIPA UNIPA akan ditempatkan di kantor para mitra untuk belajar mengaplikasikan ilmu yang dipelajari, dan mengenal seluk-beluk dunia pekerjaan di tempat magangnya selama satu semester.
Baca juga: “Open Lab” Cara FMIPA UNIPA Gaet Mahasiswa Baru Masuk Jurusan Kimia
Baca juga: Mengungkit Pamor FMIPA UNIPA, Markus Heryanto Langsa: Kita Maksimalkan PRPTN Sebanyak Rp 7,3 Miliar
Program magang hanya satu dari beberapa agenda kegiatan dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.
“Dari magang mandiri bisa diklaim untuk mendapat 20 SKS,” ungkap Markus Heryanto Langsa saat diwawancarai TribunPapuaBarat.com, di Manokwari, Kamis (14/3/2024).
Untuk program magang mandiri, ucapnya, FMIPA UNIPA telah berkolaborasi dengan sejumlah mitra tetap di Kabupaten Manokwari.
Seperti untuk program sarjana (S1) Biologi FMIPA UNIPA bisa menjalani magang mandiri di Balai POM di Manokwari, Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih, dan beberapa NGO di Manokwari.
Sementara mahasiswa S1 Fisika FMIPA UNIPA akan ditempatkan di BMKG Provinsi Papua Barat dan unit pelaksana teknisnya.
Balai Karantina dan Balai Pertanian Papua Barat juga menjadi mitra FMIPA UNIPA dalam program magang mandiri.
Ia mengaku, FMIPA merupakan satu dari 12 fakultas di UNIPA yang paling aktif melaksanakan program MBKM mulai digulirkan pada 2020.
Karena partisipasi aktif dalam program MBKM itulah, maka sebagian besar dana insentif MBKM berbasis kinerja IKU bagi UNIPA di tahun anggaran 2023, dialokasikan untuk FMIPA.
Ia berharap, dari program magang mandiri, masyarakat umum maupun calon mahasiswa baru sadar bahwa lulusan FMIPA tetap terserap dunia pekerjaan.
“Memang isu strategis yang dihadapi di Fakultas MIPA, baik di UNIPA maupun perguruan tinggi lainnya, yaitu jumlah calon mahasiswa yang menurun, “ ujar lulusan doktor dari Curtin University, Australia itu.
Ia menerangkan, FMIPA UNIPA mulai mengalami penurunan jumlah mahasiswa baru dari target yang ditentukan, sejak pandemi Covid-19 menerpa pada 2020.
Walaupun masa paceklik Covid-19 berlalu, ia mengaku, jumlah mahasiswa baru FMIPA UNIPA tak kunjung naik atau memenuhi target penerimaan.