Pilkada Manokwari
KPU Manokwari Tetapkan Ma-Mih Jadi Maskot Pilkada 2024
Ia mengatakan, maskot “Ma-Mih” didesain warga Manokwari bernama Emal Rumaropen
Penulis: Kresensia Kurniawati Mala Pasa | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Ma-mih.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Manokwari, Provinsi Papua Barat menetapkan lambang menyerupai Rumah Kaki Seribu yang dinamai “Ma-Mih” menjadi maskot Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Rumah Kaki Seribu merupakan rumah adat khas suku Arfak, suku utama di Kabupaten Manokwari.
Ketua KPU Manokwari Christine Ruth Rumkabu menjelaskan, “Ma-Mih” adalah kepanjangan dari Manokwari Memilih.
Baca juga: Pilkada 2024, Empat Bacabup Ambil Formulir di Perindo Manokwari
Baca juga: Pilkada Manokwari 2024, David Baru: Tak Ada Lawan Kotak Kosong, Gerindra Siap Bertarung
Maskot tersebut ditetapkan KPU Manokwari setelah menyelenggarakan sayembara desain maskot.
“Setelah melewati penjurian dari 17 peserta, dewan juri menetapkan MA-MIH sebagai juaranya dan resmi digunakan sebagai maskot Pilkada 2024 di Kabupaten Manokwari,”” ujar Christine Ruth Rumkabu diwawancarai media belum lama ini.
Ia mengatakan, maskot “Ma-Mih” didesain warga Manokwari bernama Emal Rumaropen.
Setelah melalui penjurian yang ketat, Emal Rumaropen keluar sebagai pemenang sayombara maskot Pilkada 2024 dan berhak mendapatkan hadiah Rp10 juta.
Ia menguraikan, desain “Ma-Mi” menggabungkan Rumah Kaki Seribu dengan kotak suara dengan tangan kanan memegang paku serta jari yang terkena tinta Pemilu.
Tangan kiri “Ma-Mih” membawa plakat untuk sukseskan Pilkada 2024 di Manokwari pada 27 November 2024.
Christine menyebut, kotak suara digabungkan dengan Rumah Kaki Seribu yang jadi badan maskot memiliki filosofi bahwa Kabupaten Manokwari siap melaksanakan dan mengajak masyarakat mengikuti Pilkada 2024.
Adapun dewan juri sayembara maskot Pilkada 2024, di antaranya dosen sastra dan budaya UNIPA Dr. Yusuf Sawaki, anggota Dewan Kesenian Papua Barat, Eli Krei dan Ketua KPU Manokwari.
Setelah terpilih tiga besar, ucapnya, dilanjutkkan proses wawancara.
Menurut dia, filosofi dan argumentasi saat presentase maskot “Ma-Mih” lebih baik dibanding lainnya.
“Apalagi memang Rumah Kaki Seribu menjadi inti budaya di Kabupaten Manokwari,” tuturnya.
Selanjutnya, kata dia, maskot “Ma-Mih” akan digunakan KPU Manokwari sebagai bahan sosialisasi Pilkada 2024 di Kabupaten Manokwari.
Sehingga, mempermudah masyarakat untuk mengingat waktu dan pelaksanaan Pilkada 2024.
Ia menilai, maskot “Ma-Mih” memiliki daya tarik tersendiri karena unik, membuatnya cocok digunakan sebagai sarana sosialisasi.
“Kita akan buat baju, merchandise, topi, rompi, ketika orang liat MA-MIH orang akan mengingat Pilkada pada tanggal 27 November 2024,” pungkasnya.
(*)