Berita Fakfak
Empat Kapal Perang Bakal Bersandar di Pelabuhan Fakfak, Ini Penjelasan Mayor Laut Haslul Widiatmoko
Empat kapal perang tersebut yakni KRI Teluk Wondama, KRI Panah, KRI Dorang, dan KRI Layaran.
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Libertus Manik Allo
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Empat Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) direncanakan tiba dan bersandar di Pelabuhan Laut Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat.
Komandan Lanal (Danlanal) Fakfak, Mayor Laut (P) Haslul Prio Widiatmoko mengatakan, tujuan kedatangan empat KRI ke Fakfak dalam rangka Operasi Trisila TNI AL 2024 ini.
Empat kapal perang tersebut yakni KRI Teluk Wondama, KRI Panah, KRI Dorang, dan KRI Layaran.
Baca juga: Serah Terima KSAL, Unsur Kapal Perang Koarmada III Ikuti Kegiatan Admiral Inspection
Baca juga: 6 Kapal Perang Indonesia Parade di Dermaga Sorong Papua Barat, Berikut Bentuk dan Ukurannya
"Kapal-kapal perang RI ini akan tiba dan bersandar di Pelabuhan Laut Fakfak pada Jumat, 24 Mei 2024," kata Haslul Prio Widiatmoko saat diwawancarai Tribun, Selasa (21/5/2024).
Masyarakat Fakfak diajak untuk berkunjung dan melihat langsung empat KRI asli buatan Indonesia itu.
"Kapal-kapal ini bebas dikunjungi dan terbuka secara umum untuk masyarakat dari Jumat, 24 Mei hingga Senin, 27 Mei 2024," jelasnya.
Pihaknya juga akan melaksanakan open ship untuk masyarakat mulai pukul 08.00-17.00 WIT.
"Masyarakat Fakfak yang ingin berkunjung dan naik ke kapal bisa langsung datang ke Pelabuhan Laut Fakfak karena terbuka secara umum dan gratis," tuturnya.
Disinggung soal daya tarik dari 4 KRI tersebut, Mayor Laut (P) Haslul Prio Widiatmoko menjelaskan masing-masing kapal perang memiliki keunikan tersendiri.
"Misalnya saja untuk KRI Teluk Wondama ini fungsinya sebagai pengangkut tank, di mana di dalamnya terdapat tank dan Satgas Marinir yang bertugas," pungkasnya.
Lalu di KRI Panah dikatakannya, merupakan kapal yang menggunakan rudal dan terdapat meriam.
"Serta 2 kapal perang lainnya juga memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri bagi pengunjung atau masyarakat Fakfak," pungkasnya.
Nanti pada saat kunjungan masyarakat, pihaknya juga menyediakan tour guide yang siap memandu dan menjelaskan setiap komponen di 4 KRI itu.
"Pada prinsipnya, maksud kami dengan membuka kunjungan ke kapal perang atau KRI ini sebagai bentuk edukasi kepada khalayak luas bahwasanya negara kita Indonesia sudah mampu membuat kapal perang sendiri," tegasnya.
Sekadar diketahui, salah satu tujuan dari Operasi Trisila TNI AL ke berbagai daerah di Indonesia untuk misi memperkenalkan postur TNI AL.
Di mana, TNI AL ingin memberikan informasi dan promosi kepada masyarakat umum bahwa negara Indonesia mempunyai alutsista ataupun KRI buatan asli dalam negeri.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.