Berita Manokwari
81 Keluarga di Kampung Mansaburi Terdampak Luapan Kali Wariori
Akibat banjir, Ali Syamsul menyebut beberapa warga sempat mengungsi ke rumah kebarat terdekat. Namun kini warga sudah mulai kembali.
Penulis: R Julaini | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/banjir34.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Kepala Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat M Ali Syamsul menyatakan 81 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Mansaburi terkena dampak banjir dari luapan sungai Wariori, Selasa (21/5/2024) kemarin.
Namun, Ali Syamsul memastikan sudah ada sejumlah upaya yang dilakukan untuk mengatasi luapan air termasuk pemberian bantuan.
Ali Syamsul, Rabu (22/5/2024) lewat sambungan telepon menerangkan luapan air sungai sempat membanjiri rumah warga di Kampung Mansaburi khususnya di RT 3 dan RT 4.
Baca juga: Warga Masni Dihebohkan Penemuan Mayat Pria dan Wanita di Muara Kali Wariori, Begini Kronologinya
Baca juga: Jembatan Kali Wariori Nyaris Ambruk, Septi Meidodga Harap Respons Pemerintah
"Itu terendam semua. Termasuk ada dua gereja. Kalau rumah ada sekitar 81 KK," ungkapnya.
Ia mengatakan banjir terjadi selain luapan sungai dikarenakan juga hujan deras terus menerus.
"Ini sudah tidak hujan, sekarang pelan-pelan surut banjirnya," sambungnya.
Kampung Mansaburi yang masuk wilayah kewenangan Distrik Prafi disebutkan terdampak air sungai Wariori.
Kemarin pula, lanjut Ali Syamsul, bantuan makanan ringan sudah didistribusikan ke warga dalam beberapa kali.
Bantuan lain yang juga diberikan yakni tenda dan pompa.
Akibat banjir, Ali Syamsul menyebut beberapa warga sempat mengungsi ke rumah kebarat terdekat. Namun kini warga sudah mulai kembali.
Disisi lain, menyatakan Bupati Manokwari, Hermus Indou pun telah memerintahkan alat untuk bekerja mengatasi luapan air ke rumah-rumah.
"Saya lihat sudah bekerja itu alat-alatnya," sebut Ali Syamsul.
Perintah itu turun setelah Hermus Indou dan Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Jhonny Edison Isi melakukan peninjauan di Sungai Wariori, Senin kemarin.
Ali Syamsul berharap pihak berwenang membangun tanggul yang lebih kuat. Sehingga banjir tidak masuk ke rumah-rumah warga.
"Kalau bupati sendiri sepertinya tidak bisa. Karena wilayah Wariori itu kan ada beberapa kewenangan baik kabupaten, provinsi maupun nasional. Kali Wariori masuk kewenangan nasional," sebutnya.