Berita Fakfak

Dinkes Fakfak Papua Barat Berlakukan Screening HIV Pasien di Puskesmas 

Ditegaskannya, secara dasar hukum dokter memiliki kewenangan untuk meminta pasien melakukan screening HIV. 

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Libertus Manik Allo
TribunPapuaBarat.com//Aldi Bimantara
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, Nani Sri Untari 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Dikarenakan telah menjadi epidemi meluas di semua kalangan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Fakfak Papua Barat memberlakukan 

Standar Operasional Prosedur (SOP) screening HIV untuk setiap pasien yang berkunjung ke Puskesmas. 

Itu disampaikan Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Fakfak, Nani Sri Untari kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak, Minggu (6/10/2024).

Baca juga: Peneliti Ungkap 2 Sub Tipe HIV yang Marajalela di Kabupaten Fakfak Papua Barat 

Baca juga: Kasus HIV di Fakfak Papua Barat Capai  667, Paling Banyak Terdeteksi IRT

Nani Sri Untari mengatakan, untuk screening dan tes memang selama ini di Fakfak terus digencarkan. 

"Alhamdulillah Fakfak menjadi salah satu daerah yang mendapatkan dukungan global fund, di Papua Barat hanya Fakfak dan Manokwari, sehingga kami terus melakukan edukasi dan tes kepada populasi umum mulai dari sekolah tinggi, pekerja, perhotelan, pangkalan ojek, dan lainnya," jelasnya. 

Dikatakannya, saat ini juga telah mulai dilaksanakan screening dan edukasi tes HIV bagi pasien di Puskesmas. 

"Karena semua pasien yang berkunjung ke layanan kesehatan seharusnya dites HIV, karena merujuk pada Surat Edaran Kemenkes RI dan PMK Nomor 23 tahun 2022 mengingat Papua dan Papua Barat termasuk endemis meluas," terangnya. 

Ditegaskannya, secara dasar hukum dokter memiliki kewenangan untuk meminta pasien melakukan screening HIV

"Tetapi memang sejauh ini masih sebatas menawarkan untuk tes dan meminta kesediaan pasien, kalau tidak bersedia baru tanda tangan pernyataan tidak mau dites," bebernya. 

Nani Sri Untari menyebutkan, langkah ini tentu diambil sebagai langkah strategis untuk meningkatkan penemuan kasus. 

"Di samping memang menyasar skala prioritas yakni populasi khusus, tetapi juga ada populasi umum juga yang sudah seharusnya dilakukan screening HIV," tutur Nani Sri Untari

Dalam kesempatan itu, ia menyebutkan memang untuk masa awal ini, pihaknya masih mempertimbangkan faktor logistik. 

"Sehingga masih sebatas yang prioritas yang diminta untuk tes," katanya.

(*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved