Info UNIPA
KSR PMI UNIPA Bekali Mahasiswa Fateta dengan Keterampilan Pertolongan Pertama
Di sisi lain, untuk mendapatkan obat-obatan KSR PMI UNIPA bekerja sama dengan puskesmas terdekat.
Penulis: Matius Pilamo Siep | Editor: Libertus Manik Allo

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Universitas Papua (UNIPA) memberikan pelatihan teknik penanganan medis yang tepat di lingkungan kampus.
Pelatihan tersebut diberikan kepada mahasiswa-mahasiswi baru saat kegiatan Bina Akrab Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA), Universitas Papua (UNIPA).
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam memberikan pertolongan pertama, serta menanamkan kesadaran akan pentingnya penanganan medis yang tepat di lingkungan kampus.
Baca juga: 50 Mahasiswa Angkatan Pertama UNIPA Kelas Kaimana Mulai Aktif Kuliah
Baca juga: Napak Tilas UNIPA, Hugo Warami: Peradaban Pertanian Berawal dari Sini
"Kami dari KSR PMI mengajarkan tips-tips untuk mengangkat korban mulai dari tips mengangkat tiga orang, dua orang dan satu orang," kata Anggota KSR PMI UNIPA, Yisrel Ririhena saat diwawancarai Tribun dii FATETA UNIPA, Manokwari, Papua Barat, Sabtu (2/10/2024).
Ia juga mengatakan, adapun tips lain yang diajarkan seperti penanganan orang yang mengalami penyakit lambung atau penyakit refluks gastroesofagus (Gerd).
"kami ajarkan kepada teman-teman terkait dengan teknik-teknik dan tips kesehatan dan hal-hal umum dari KSR PMI," ujarnya.
Di sisi lain, untuk mendapatkan obat-obatan KSR PMI UNIPA bekerja sama dengan puskesmas terdekat.
"kami menyurat ke puskesmas terdekat. Kalau kami di sini lebih dekat biasa menyurat ke puskesmas Amban," ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut sejumlah mahasiswa yang mengikuti pelatihan nampak aktif mengajukan berbagai pertanyaan.
Seperti, pengadaan pasokan obat-obatan, cara penyelamatan darurat ketika orang pingsan dan beberapa lainnya.
KSR PMI UNIPA pun menjawab semua pertanyaan dengan tepat sehingga para mahasiswa pun memahami cara pelayanan kesehatan yang baik.
Hanya saja sambung dia, apabila ada yang sakit pihaknya tidak akan memberikan obat.
Terkecuali lanjut Yisrel, ada resep dokter yang diberikan maka bisa dicarikan.
(*)