FKIP UNIPA Gelar Seminar Nasional Bahas Budaya, Teknologi Digital, dan AI dalam Pembelajaran
Prof Jhonni Marwa pun mengungkapkan sebagian dosen dan mahasiswa di UNIPA telah menggunakan teknologi digital dalam proses belajar
Penulis: Matius Pilamo Siep | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Jhonni-Marwa-saat-memberikan-sambutan-dalam-seminar-nasional.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Jurusan Pendidikan Matematika pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Papua (UNIPA) menggelar seminar nasional bertema “Budaya, Teknologi Digital, dan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran: Peluang dan Tantangan", Sabtu (21/6/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh 101 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia, terkecuali Maluku dan Bali.
Seminar ini menghadirkan tiga narasumber utama yang merupakan pakar pendidikan matematika dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.
Mereka adalah guru besar Pendidikan Matematika FKIP UNIPA, Prof Benidiktus Tanujaya; guru besar Universitas Negeri Semarang, Prof Wardono; serta dosen dan peneliti Pendidikan Matematika Universitas Sarjana Wijayata Tamansiswa Yogyakarta, Prof Sri A. Widodo.
Ketiga narasumber ini akan membahas bagaimana budaya lokal, teknologi digital, dan kecerdasan buatan (AI) dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran, serta tantangan-tantangan dalam enerapannya.
Peserta kegiatan dapat mengikuti seminar secara luring (offline) maupun daring (online).
Baca juga: FKIP UNIPA Tampilkan Pentas Seni dan Inovasi Pendidikan di Education Fair 2025
Plt. Dekan FKIP UNIPA, Prof Jhonni Marwa menyatakan seminar ini merupakan bagian dari strategi peningkatan akreditasi institusi, khususnya di lingkungan FKIP dan Jurusan Pendidikan Matematika.
"Sekaligus untuk mendukung pencapaian indikator kinerja utama (IKU) Universitas Papua," ujarnya kepada media di Aula Pascasarjana UNIPA, Amban, Manokwari, Papua Barat, Sabtu (21/6/2025).
Ia juga menambahkan kegiatan ini mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam aspek penelitian dan publikasi dosen.
Seminar ini, ucapnya, juga dapat membuka kesempatan bagi dosen untuk mempresentasikan makalah ilmiah yang dapat digunakan dalam pengusulan jabatan fungsional akademik.
Prof Jhonni Marwa pun mengungkapkan sebagian dosen dan mahasiswa di UNIPA telah menggunakan teknologi digital dalam proses belajar mengajar dan penulisan laporan.
Soal pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), ucapnya, masih terbatas.
Baca juga: Cerita Albertus Kambia, Mahasiswa Unipa yang Lolos Wakili Papua Barat di Program PPAN 2025
“Sebagian sudah menggunakan teknologi digital, tetapi untuk AI memang masih terbatas karena ada yang gratis dan ada yang berbayar. Jadi belum semua bisa mengakses secara maksimal,” kata Prof Jhonni Marwa.
Seminar ini diharapkan dapat menjadi contoh dan motivasi bagi jurusan lain di FKIP UNIPA untuk menyelenggarakan kegiatan serupa.
| Kemenkum Papua Barat Dorong Perlindungan Karya Mahasiswa Lewat Edukasi HKI |
|
|---|
| Kemenkum Papua Barat Gandeng Tiga Perguruan Tinggi Perkuat Perlindungan HKI |
|
|---|
| HIMAKOM Unipa Kunjungan Kasih ke SLB Manokwari di Momen HUT ke-19 |
|
|---|
| Dharma Wanita Fakultas Teknik UNIPA Gelar Seminar Kesehatan Reproduksi |
|
|---|
| Hardiknas 2026: FKIP UNIPA Jadi Panggung Kreativitas Pelajar Kota Manokwari |
|
|---|