Info UNIPA
UNIPA Gelar Debat Ilmiah Bahasa Indonesia dan Inggris
“Topik di babak penyisihan lebih mudah, sementara di semifinal semakin sulit, dan final akan semakin rumit,” jelasnya.
Penulis: Matius Pilamo Siep | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/UNIPA3099012.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Universitas Papua (UNIPA) menggelar dua kompetisi debat yang diadakan di Auditorium Utama UNIPA, Amban, Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28/11/2024).
Acara ini terdiri dari Kompetisi Debat Bahasa Inggris dan Kompetisi Debat Ilmiah Bahasa Indonesia, yang merupakan bagian dari kegiatan tahunan yang diorganisir oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.
Ketua Panitia Fiona Luhulima mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa baru dalam mengasah keterampilan debat.
Baca juga: Fahutan UNIPA Gelar Papua Arts Festival 2024
Baca juga: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNIPA Bersih-bersih Pantai BLK Manokwari
“Kegiatan hari ini adalah kompetisi debat bahasa Inggris, dan besok akan ada debat ilmiah bahasa Indonesia untuk mahasiswa baru,” ucapnya Fiona saat diwawancara Tribun.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini akan diadakan setiap tahun, sebagai bagian dari program yang dialokasikan oleh pusat untuk setiap universitas.
Kompetisi Debat Bahasa Inggris diikuti oleh 22 peserta yang berasal dari 11 fakultas di Universitas Papua.
Sementara itu, untuk kompetisi debat ilmiah bahasa Indonesia yang berlangsung pada hari berikutnya, diikuti oleh 33 peserta.
Fiona mengungkapkan bahwa para juri yang diundang untuk kompetisi ini berasal dari Fakultas Sastra dan Budaya, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, masing-masing berjumlah 3 orang.
Juri yang diundang untuk lomba debat ilmiah pada hari berikutnya juga berasal dari fakultas yang berbeda, dengan jumlah 3 juri.
Fiona pun menyampaikan bahwa topik debat yang diangkat dalam kompetisi ini beragam dan mencakup isu-isu global seperti teknologi, Hak Asasi Manusia (HAM), pertanian, dan budaya dan lainnya.
“Topik di babak penyisihan lebih mudah, sementara di semifinal semakin sulit, dan final akan semakin rumit,” jelasnya.
Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi ajang bergengsi seperti National University Debating Championship dan kompetisi debat bahasa Indonesia yang akan diselenggarakan pada bulan Maret tahun depan.
“Debat bahasa Inggris dan Indonesia akan diadakan setiap tahun, jadi mahasiswa-mahasiswi dapat mempersiapkan diri dengan baik,” pungkasnya.
(*)