Info Unipa

FATETA UNIPA Rayakan Natal Dengan Tema Marilah Kita Pergi Ke Betlehem

“Keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari IPK, tetapi juga dari kemampuannya untuk beradaptasi dan bekerja dalam tim," ucapnya.

TribunPapuaBarat.com//Matius Pilamo
Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA) Universitas Papua (UNIPA) merayakan Natal dengan tema "Marilah Kita Pergi Ke Betlehem" di FATETA UNIPA, Amban, Manokwari, Papua Barat, Sabtu (14/12/2024) 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA) Universitas Papua (UNIPA) merayakan Natal dengan tema "Marilah Kita Pergi Ke Betlehem". 

Perayaan tersebut berlangsung di kampus FATETA, Amban, Manokwari, Papua Barat, Sabtu (14/12/2024).

Acara itu dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNIPA, Dekan FATETA, Wakil Dekan III FATETA, Koordinator Program Studi (Kaprodi) Teknik Pertanian dan Biosistem, para dosen, serta seluruh mahasiswa.

Baca juga: Mahasiswa TPB FATETA UNIPA Ikut Pelatihan K3

Baca juga: Pasca Dilantik Sebagai Warek I UNIPA, Jhoni Marwa Fokus pada Dua Program

Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FATETA Yusuf Ronsumbre menyampaikan, bahwa perayaan Natal ini menjadi tanda kesiapan bagi semua pihak untuk merayakan kedatangan Imanuel, Yesus Kristus. 

Selain itu, perayaan ini juga menjadi simbol berakhirnya proses pembelajaran di semester tersebut. 

“Setelah perayaan ini, mahasiswa biasanya akan berangkat ke kampung halaman masing-masing untuk liburan,” ujar Yusuf saat diwawancara Tribun.

Yusuf juga menekankan pentingnya dukungan dari Wakil Dekan III, Dekan, Wakil Rektor III, serta seluruh dosen dalam menyukseskan kegiatan mahasiswa. 

Ia menyebutkan bahwa perayaan Natal ini adalah salah satu contoh dukungan yang diberikan, selain sejumlah program kerja yang dijalankan oleh BEM, DPMF, dan Himpunan Mahasiswa.

"Maka kami berharap dukungan dari bapak dan ibu dosen untuk merealisasikan setiap program kerja,"katanya.

Dekan FATETA UNIPA Budi Santoso, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa perayaan Natal kali ini bukan sekadar sebuah acara seremonial, tetapi memiliki makna yang lebih dalam. 

Menurutnya, Natal merupakan momentum untuk saling berbagi, mengasihi, dan menghargai satu sama lain. 

Selain itu, perayaan ini juga menjadi kesempatan untuk melakukan introspeksi diri, baik bagi dosen maupun mahasiswa, dalam upaya meningkatkan kualitas diri dan melaksanakan tugas utama sebagai pendidik.

“Natal kali ini menjadi saat yang tepat untuk introspeksi diri, baik bagi kami sebagai dosen dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, maupun bagi mahasiswa untuk terus belajar dan berusaha lebih baik,” ungkapnya.

Budi menambahkan bahwa mahasiswa perlu untuk menguasai hard skill, tetapi juga soft skills, yang sangat penting dalam dunia kerja.

Ia berharap mahasiswa dapat terus mengembangkan kemampuan soft skillnya, seperti kemampuan beradaptasi, bekerja sama dalam tim, dan saling menghargai, yang tidak kalah pentingnya dengan kemampuan teknis yang mereka pelajari di kampus.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved