Rabu, 22 April 2026

SMA Negeri 1 Manokwari Akui Manfaat Program Makan Bergizi Gratis, Kepsek dan Pelajar Berikan Saran

SMA Negeri 1 Manokwari memberikan waktu selama 15-20 menit bagi para pelajar untuk menikmati program MBG.

Tayang:
Penulis: R Julaini | Editor: Tarsisius Sutomonaio
zoom-inlihat foto SMA Negeri 1 Manokwari Akui Manfaat Program Makan Bergizi Gratis, Kepsek dan Pelajar Berikan Saran
TRIBUNPAPUABARAT.COM/RACHMAT R JULAINI
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kelas X A di SMA Negeri 1 Manokwari, Senin (20/1/2025) siang. Ada 1.501 pelajar di sekolah ini. 

"Termasuk misalnya oseng-oseng sayur. Itu kan cepat. Telurnya direbus dan memang ada beberapa kali kami dapatnya telur direbus," katanya.

Pelajar Kelas X A, Angelina Kwasti, menyarankan perlu ada perubahan menu sayur. Ia menyebutkan dalam lima hari terakhir dirinya dan teman-temannya mendapat menu sayur yang sama.

"Menu sayurnya itu buncis dengan wortel. Jadi ini bagi anak-anak gampang bosan. Sehingga mungkin bisa diperbaiki atau divariasikan menu sayurnya dengan sayur lain," kata Angelina Kwasti.

Meskipun begitu, ia menyatakan menu yang disajikan enak dan sangat sehat. Dirinya memastikan tidak ada keluhan sakit perut maupun semacamnya dalam program MBG.

"Menurut saya sendiri rasanya enak dan aman untuk dimakan. Tidak ada bahan beracun yang membuat kita sakit setelah makan," katanya.

Baca juga: Program Makan Bergizi Gratis Mulai Gencar di Fakfak Papua Barat, Ini Menunya

"Kami terimakasih sama bapak Presiden Prabowo Subianto serta Badan Gizi dan tim yang di Manokwari yang sudah bekerja keras untuk membuat makanan ini," ujarnya.

Menurut Angelina Kwasti, program ini dapat diperluas ke sekolah-sekolah lainnya baik di Manokwari, Papua Barat, maupun secara nasional.

Saran yang sama juga disampaikan pelajar lainnya, Kenzo Kristo Sibarani. Katanya, program MBG yang diterimanya sudah masuk ke minggu ke dua.

Selama menikmati program MBG, ia memastikan menu yang disajikan bervariasi dengan lauk seperti ikan, ayam, tahu, tempe dan karbohidrat yang menurutnya cukup.

Positifnya, lanjut Kristo, uang jajan para pelajar terselamatkan.

Ia tetap menyarankan ada perbaikan menu. Katanya perbaikan itu yakni variasi menu yang disajikan.

"Sebenarnya tidak membosankan. Kalau boleh sarankan, ada variasi menu. Jangan dua hari (berturut-turut) ikan terus. Misalnya jadi ikan, ayam, telur baru tempe," katanya.

Selain variasi menu, dirinya menyebut porsi yang disajikan perlu mendapat perhatian.

"Kalau menurut saya itu perlu diperhatikan. Sebab tidak semua anak makan dengan porsi kecil. Saya bilang begitu karena saya merasa porsinya cukup kecil," tuturnya.

Ia mengaku tidak ada masalah yang timbul akibat program MBG.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved