Kamis, 30 April 2026

Remaja Usia SMA Jadi Mayoritas Pengidap HIV/AIDS di Kota Sorong

Angka kasus HIV/AID di Kota Sorong, ucapnya, sangat menonjol sehingga perlu kerja cepat dan kolaborasi lintas stakeholder

Tayang:
zoom-inlihat foto Remaja Usia SMA Jadi Mayoritas Pengidap HIV/AIDS di Kota Sorong
Istimewa via TribunBali
ILUSTRASI - Pengidap penyakit HIV/AIDS di Kota Sorong, Papua Barat Daya, didominasi anak-anak usia SMA. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Pengidap penyakit HIV/AIDS di Kota Sorong, Papua Barat Daya, didominasi anak-anak usia SMA.

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sorong mencatat 1.735 anak usia SMA yang terkena kasus HIV/AIDS di Kota Sorong sepanjang dua dekade terakhir, 2004-2024.

Jumlah tersebut hampir separuh dari total kasus HIV/AIDS di Kota Sorong selama 2004-2024, yakni 4.016 orang.

Berdasarkan jenis kelamin, perempuan terbanyak yang terbanyak yang terkena penyakit tersebut.

Di kalangan perempuan, ada 1.715 kasus stadium HIV dan 469 kasus stadium AIDS.

Di kalangan laki-laki, ada 1.210 kasus stadium HIV dan 619 kasus stadium AIDS.

Baca juga: Franky Mobilala: Tiap Bulan, Ratusan Orang Terjangkit HIV/AIDS di Teluk Bintuni Papua Barat

 

 

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris KPA Kota Sorong, Jenny Isir, menyebut penularan paling banyak melalui hubungan seksual, yakni 3.722 kasus selama 20 tahun terakhir.

"Ada juga penularan lewat homoseksual dan transfusi darah," ujarnya, Senin (27/1/2025).

Menurut Jenny Isir, 492 orang meninggal dunia akibat terdampak HIV/AIDS sepanjang 2004-2024.

Angka kasus HIV/AID di Kota Sorong, ucapnya, sangat menonjol sehingga perlu kerja cepat dan kolaborasi lintas stakeholder dalam penanganannya.

Jeny mengatakan KPA Kota Sorong terus berupaya menanggulangi seperti pengobatan rutin dan penyaluran alat kontrasepsi di lokalisasi dan panti pijat.

Baca juga: 709 dari 9.923 Orang Terinfeksi HIV/AIDS Meninggal Dunia di Papua Pegunungan

KPA juga menggelar sosialisasi dan edukasi kepada orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

"Kami sudah laksanakan upaya-upaya pencegahan. Kalau orang dengan infeksi menular seksual (IMS), kami periksa rutin setiap bulan, kemudian ODA diperiksa setiap triwulan," ujar Jenny Isir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved