Info UNIPA
Bank Mandiri Luncurkan KTM dan ATM Mahasiswa UNIPA
"Sehingga bagi mahasiswa yang setelah mengikuti perkuliahan langsung bisa datang urus di tempat yang disediakan," pungkasnya.
Penulis: Matius Pilamo Siep | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Atm-dan-ktm-unipa.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Bank Mandiri mengadakan launcing inovasi terbaru dengan menggabungkan fungsi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan ATM menjadi satu akses bagi mahasiswa angkatan 2023 dan 2024 di Universitas Papua (UNIPA).
Kegiatan berlangsung di Auditorium UNIPA, Amban Manokwari Papua Barat, Kamis, (6/3/2025).
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNIPA Simson Werimon menyatakan, bahwa sekitar 4.000-an mahasiswa dari angkatan 2023 dan 2024 akan menerima kartu yang mengintegrasikan fungsi identitas dan transaksi.
Baca juga: Fakultas Teknik UNIPA Fokus Tingkatkan Akreditasi dan Buka 2 Program Studi Baru
Baca juga: BEM Fakultas Kedokteran UNIPA Dilantik, Yenuson: Sebaiknya Evaluasi Rutin Dilakukan
"Mahasiswa itu punya KTM Pribadi dan ATM, secara sistem nanti dari pihak bank yang atur menjadi satu," ujarnya.
Ia pun menyampaikan, kartu ini akan berfungsi ganda sebagai alat transaksi dan identitas pribadi mahasiswa.
Dr. Simson menambahkan bahwa kebijakan ini bertujuan mempermudah mahasiswa dalam mengakses layanan perbankan.
Ia menjelaskan bahwa jika ATM digunakan dengan baik, kartu tersebut akan tetap berlaku meskipun mahasiswa telah menyelesaikan studi.
Dengan jumlah mahasiswa yang mencapai ribuan, proses distribusi kartu direncanakan akan dilakukan koordinasi antara Wakil Rektor I dan pihak Bank Mandiri untuk mengatur distribusi yang baik.
"Karena saat ini mahasiswa masih kuliah aktif sehingga kita harus mengatur waktu baik untuk mahasiswa, agar tidak bertepatan dengan proses perkuliahan," tambahnya.
DR Werimon juga mengatakan untuk memudahkan distribusi, UNIPA berencana membuka salah satu tempat khusus di sekitaran kampus yang akan beroperasi sepanjang hari selama satu atau dua minggu.
"Sehingga bagi mahasiswa yang setelah mengikuti perkuliahan langsung bisa datang urus di tempat yang disediakan," pungkasnya.
(*)