Kisah Perjalanan Panjang Prof Rudi Jadi Guru Besar di Universitas Papua
Setelah periode itu, Rudi A Maturbongs kembali ke kampus dan memulai kariernya sebagai dosen di Universitas Papua
Penulis: Matius Pilamo Siep | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Prof-Dr-Ir-Rudi-A-Maturbongs-MSi-IPU-dosen-di-Universitas-Papua.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Prof. Dr. Ir. Rudi A Maturbongs M.Si IPU, dosen di Universitas Papua, baru saja meraih jabatan fungsional tertinggi, yakni guru besar.
Perjalanan panjangnya untuk mencapai posisi ini tidaklah mudah, tetapi penuh dengan tantangan dan memerlukan kesabaran.
Belasan tahun ia habiskan untuk mencapai puncak karier ini meskipun menjabat sebagai lektor kepala sejak 2007.
"Pada 2025 baru saya bisa mendapatkan jabatan guru besar," kata Rudi A Maturbongs ketika diwawancarai TribunPapuaBarat.com di Amban, Manokwari, Papua Barat, Senin (17/3/2025)
Menurut Prof Rudi, untuk meraih gelar guru besar, dibutuhkan perjuangan yang tidak sedikit.
Ia melalui proses panjang yang penuh dedikasi dan kerja keras dalam dunia pendidikan dan penelitian.
Baca juga: UNIPA Kukuhkan Tujuh Guru Besar, Tonggak Sejarah Dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan
Bagi Rudi, menjadi guru besar bukan hanya sebuah jabatan, melainkan anugerah istimewa dari Tuhan.
"Guru besar itu adalah jabatan tertinggi bagi dosen. Seperti halnya panglima di dunia militer, dosen pun harus berupaya untuk meraihnya. Ini adalah penilaian dari seberapa besar kontribusi kita dalam dunia pendidikan," katanya.
Perjalanan menuju guru besar bukan hanya soal waktu, melainkan juga kualitas dan kuantitas kinerja selama bertahun-tahun.
Rudi mengungkapkan ada kriteria-kriteria khusus yang harus dipenuhi untuk mencapai jabatan tersebut.
Satu di antaranya adalah jumlah poin yang diperoleh dari Tridarma perguruan tinggi yaitu pengabdian, pendidikan dan penelitian.
"Setiap dosen yang ingin menjadi guru besar harus mengumpulkan 850 poin, dengan 45 persen dari total poin tersebut berasal dari publikasi penelitian," ujar Prof Rudi.
Ia mengatakan telah mengerjakan lebih dari 30 publikasi penelitian yang tersebar di berbagai jurnal ilmiah.
Baca juga: Penelitian Mahasiswa UNIPA Sebut Tambrauw Punya Potensi Besar dalam Produksi Kelapa.
Penelitiannya mencakup topik-topik penting di bidang konservasi dan tumbuh-tumbuhan, terutama di Papua.
| Dari Stadion Sanggeng, Dominggus Mandacan Serukan Kebangkitan Sepak Bola Papua Barat |
|
|---|
| Taklukkan Ransiki FC 2-0, Persipegaf Kembali Jadi Raja Sepak Bola Papua Barat |
|
|---|
| UPDATE Harga BBM di Papua Raya Berlaku 18 April, Pertamax Dex Sentuh Rp24.450/Liter |
|
|---|
| Pengakuan Sopir Bintuni-Manokwari di Tengah Kenaikan Harga Dexlite: "Bio Solar Jadi Penyelamat" |
|
|---|
| Sopir Dump Truck di Kaimana Naikkan Tarif Muatan Imbas Kenaikan Harga Dexlite |
|
|---|