Berita Fakfak
Durian Diusulkan Jadi Tanaman Perkebunan Unggulan Daerah, Ini Respons Disbun Fakfak
Durian memiliki potensi ekonomi besar, nilai jual tinggi, serta telah menjadi bagian dari identitas dan budaya masyarakat Fakfak
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Hans Arnold Kapisa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/buah-duren-di-ff.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Buah durian diusulkan menjadi tanaman perkebunan dalam sidang APBD Tahun 2025.
Usulan tersebut langsung mendapat respon dari Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, menyebutkan bahwa langkah ini merupakan strategi penting bagi daerah.
“Durian memiliki potensi ekonomi besar, nilai jual tinggi, serta telah menjadi bagian dari identitas dan budaya masyarakat Fakfak,” ujarnya saat diwawancarai Tribunpapuabarat.com, di Fakfak, Selasa (30/12/2025).
Menurut Widhi, durian Fakfak sudah sewajarnya mendapat perhatian pemerintah daerah. Selain bernilai ekonomis, durian juga mengandung nilai budaya yang kuat dalam kehidupan masyarakat.
“Durian tidak hanya berfungsi sebagai komoditas konsumsi, tetapi telah menjadi bagian dari identitas dan kearifan lokal masyarakat,” tambahnya.
Widhi menegaskan, pengembangan durian sebagai tanaman perkebunan membutuhkan penetapan sektor unggulan yang jelas agar pembinaan dan pengelolaan dapat berjalan terarah dan berkelanjutan.
Baca juga: Pedagang Durian dari Kampung Kaburbur Fakfak Raup Rp 5 Juta dalam Sehari
Namun, ia mengakui masih ada sejumlah tantangan, seperti perlunya regulasi yang jelas, pendataan dan pemetaan potensi durian lokal, ketersediaan bibit unggul, serta penguatan kapasitas petani.
Meski demikian, ia optimis jika Dinas Perkebunan diberi mandat menindaklanjuti usulan ini, durian bisa menjadi komoditas perkebunan unggulan kedua di Fakfak.
“Pengembangan akan dilakukan melalui perencanaan bertahap dan terintegrasi, meliputi budidaya, peningkatan kualitas produksi, penguatan pascapanen dan pemasaran, serta sinergi lintas sektor,” jelasnya.
Kontribusi untuk Daerah
Widhi juga yakin durian dapat dijadikan tanaman andalan yang berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperkuat identitas masyarakat Fakfak.
Menurutnya, sudah saatnya pelestarian dan pengembangan durian lokal menjadi perhatian sebagai komoditas strategis dalam diversifikasi daerah.
“Durian bisa meningkatkan pendapatan petani, menjadi sumber PAD, dan jika dikelola dengan baik dapat menjadi bagian dari promosi serta wisata kuliner Fakfak,” pungkasnya.
durian Fakfak
Dinas Perkebunan Fakfak
tanaman perkebunan unggulan
Widhi Asmoro Jati
Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Kabupaten Fakfak
Papua Barat
| Dinsos Fakfak Siap Verifikasi Lapangan Buntut Laporan DTSEN Soal 63 Ribu Warga Miskin |
|
|---|
| Kapolres Fakfak Ingatkan Personel Bijak Gunakan Media Sosial, Tegaskan 6 Larangan Ini |
|
|---|
| Menuju Ending AIDS 2030, Puskesmas Fakfak Kota Intensifkan Pencegahan HIV |
|
|---|
| Warga Miskin di Fakfak Capai 17.062 Orang per 2025, Dinsos: 6.683 Sudah Terima Bansos |
|
|---|
| BKPSDM Fakfak Gelar Latsar, 471 CPNS Dibekali Karakter dan Kompetensi |
|
|---|