Berita Fakfak
Kualitas Data Perkebunan Fakfak "Digoyang", Disbun Validasi Data ke BPS
data sektoral perkebunan yang diserahkan untuk publikasi tetap harus melalui pengawasan ketat agar kualitasnya terjamin
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Hans Arnold Kapisa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/validasi-data-disbun-ff.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Fakfak komitmen menjaga kualitas data sektoral perkebunan yang belakangan ini sempat dipertanyakan.
Untuk memastikan hal itu, Disbun Fakfak melakukan konfirmasi dan validasi langsung ke Badan Pusat Statistik (BPS) setempat.
Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmorojati, menjelaskan langkah tersebut bertujuan memastikan data yang dipublikasikan benar-benar akurat, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Konfirmasi untuk memastikan kesesuaian antara data lapangan dan data administrasi. Sementara validasi bertujuan menguji kelengkapan, kewajaran, serta keselarasan antarindikator yang disajikan,” ujar Widhi kepada Tribunpapuabarat.com di Fakfak, Rabu (28/1/2026).
Menurutnya, data sektoral perkebunan yang diserahkan untuk publikasi tetap harus melalui pengawasan ketat agar kualitasnya terjamin.
Hal ini penting karena publikasi Fakfak Dalam Angka 2026 tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga menjadi dasar perencanaan, evaluasi, dan pengambilan kebijakan pembangunan daerah.
Baca juga: Sidak ke Lokasi Pembelian Pala, Disbun Fakfak Temukan Banyak Pala Muda dengan Harga Murah
Data Perkebunan dan Kepercayaan Publik
Widhi menekankan, data sektoral perkebunan memiliki peran strategis karena mencerminkan kondisi riil subsektor perkebunan yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.
“Data tersebut disusun oleh OPD teknis dan bersumber langsung dari lapangan melalui proses pendataan, verifikasi, dan evaluasi sesuai karakteristik komoditas perkebunan di Kabupaten Fakfak,” jelasnya.
Ia menambahkan, sinergi antara Disbun dan BPS Fakfak menjadi kunci dalam menjamin akurasi, konsistensi, dan keterbandingan data.
“BPS berperan dalam pembinaan statistik sektoral serta penyajian data secara metodologis dan terstandar,” katanya.
Lebih lanjut, Widhi menegaskan bahwa penyajian data sektoral perkebunan dalam publikasi resmi [Fakfak Dalam Angka 2026] dapat meningkatkan transparansi dan kepercayaan publik terhadap informasi pemerintah daerah.
“Data berkualitas tidak hanya mendukung pembangunan perkebunan berkelanjutan, tetapi juga memperkuat peran sektor perkebunan sebagai penggerak ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan pekebun di Fakfak,” tutupnya.
Baca juga: BPS Fakfak Buka Rekrutmen Calon Mitra Statistik 2026, Simak Syarat dan Tahapannya
Kolaborasi Disbun dan BPS
Sementara itu, tenaga ahli statistik BPS Fakfak, Jaya Sinaga, menuturkan konfirmasi dilakukan secara langsung agar data yang diperoleh benar-benar akurat dan berkualitas.
Disbun Fakfak
Validasi Data Perkebunan
BPS Fakfak
Fakfak Dalam Angka 2026
Data Perkebunan di Fakfak
Widhi Asmorojati
Kabupaten Fakfak
Papua Barat
| Dinsos Fakfak Siap Verifikasi Lapangan Buntut Laporan DTSEN Soal 63 Ribu Warga Miskin |
|
|---|
| Kapolres Fakfak Ingatkan Personel Bijak Gunakan Media Sosial, Tegaskan 6 Larangan Ini |
|
|---|
| Menuju Ending AIDS 2030, Puskesmas Fakfak Kota Intensifkan Pencegahan HIV |
|
|---|
| Warga Miskin di Fakfak Capai 17.062 Orang per 2025, Dinsos: 6.683 Sudah Terima Bansos |
|
|---|
| BKPSDM Fakfak Gelar Latsar, 471 CPNS Dibekali Karakter dan Kompetensi |
|
|---|