Hilangkan Trauma, Puluhan Kader HMI dan Alumni Buka Posko Bermain di Tenda Pengungsian
Puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manokwari, dan Alumni, membuka posko bermain untuk anak-anak korban kebakaran di Borobudur.
Penulis: Safwan Ashari | Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/HMI-Manokwari.jpg)
Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manokwari, dan Alumni, membuka posko bermain untuk anak-anak korban kebakaran di Borobudur.
Kegiatan tersebut dilakukan guna mengobati rasa takut anak-anak, pasca terjadi kebakaran, pada Kamis (30/9/2021) kemarin.
Hal tersebut disampaikan Salah satu kader HMI Cabang Manokwari, Ridwan Kelkusa.
Baca juga: Pasca Kebakaran di Manokwari, BPBD Papua Barat Tetapkan Masa Tanggap Darurat
"Kegiatan ini kita lakukan sudah sejak kemarin, kami fokuskan pada anak-anak yang menjadi korban bencana di Borobudur," ujar Kelkusa, saat dihubungi TribunPapuaBarat.com, Sabtu (2/10/2021).
Hari ini, pihaknya sedang membuka posko bermain di Gedung Wanita, yang merupakan salah satu tempat untuk menampung para korban kebakaran.
"Kegiatan ini kita buat untuk membangun rasa persaudaraan, dan semangat bagi orang-orang yang merasa kehilangan tempat tinggal, agar bisa segera pulih," tuturnya.
Sehingga, para korban kebakaran Borobudur, bisa kembali semangat untuk menata hari esok yang lebih baik.
"Namanya saja posko belajar, namun konteksnya sebetulnya adalah belajar langsung bersama dengan anak-anak," kata Kelkusa.
Baca juga: Pasca-Kebakaran di Manokwari, Pemilik Hak Ulayat Minta Warga Tak Lagi Bangun Rumah di Area Tersebut
"Sekalipun di posko pengungsian, lewat kegiatan ini bertujuan untuk anak-anak lebih cerita,"
Rencananya, kegiatan ini akan dievaluasi dan nantinya terus berlanjut.
"Kita akan lakukan kegiatan seperti dengan anak-anak, namun akan pindah di tempat lain," ujarnya.
Harapan Kelkusa, lewat kegiatan ini rasa trauma dan cemas dari anak-anak yang menjadi korban kebakaran, bisa segera pulih.(*)