Kantor Bupati Dipalang Warga, Mendagri Diminta Revisi Penjabat Maybrat
Kantor Bupati Dipalang Warga, Mendagri Diminta Revisi Penjabat Maybrat, pilihan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.
Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Jefri Susetio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Pelantikan-Penjabat-Pj-Kabupaten-Maybrat.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Menjelang pelantikan Penjabat (Pj) Kabupaten Maybrat, Papua Barat kantor Bupati setempat dipalang warga.
Dengan menggunakan kayu, warga memalang pintu masuk ke kantor bupati setempat.
Pemalangan dilakukan karena warga tak setuju dengan Penjabat Bupati Maybrat pilihan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.
Baca juga: Optimalkan Pengawasan, Imigrasi Manokwari Libatkan Timpora Tingkat Distrik
Baca juga: Momen Haru Perpisahan Wali Kota Sorong Lambertus Jitmau, Sekwan DPRD Sorong Meneteskan Air Mata
Koordinator Umum Aliansi Relawan Jokowi Provinsi Papua Barat, Vinsent Kocu mengatakan Penjabat Bupati Maybrat seharusnya orang asli daerah setempat.
Ia menyayangkan Penjabat Bupati Maybrat pilihan Mendagri yang diketahui berasal dari luar Maybrat.
"Kami menyayangkan Penjabat Maybrat ini bukan orang asli setempat. Ini bisa berpotensi terjadi konflik di sana," katanya kepada TribunPapuaBarat.com, Senin (22/8/2022).
Menurut dia, Mendagri harus mempertimbangkan kembali Penjabat Bupati Maybrat.
Hal ini demi menjaga kamtibmas di Wilayah itu.
Meskipun sudah ada riak-riak pelantikan Penabat Maybrat, tetapi sampai saat ini belum ada Surat Keputusan (SK) resmi dari Mendagri.
"Tegas saya sampaikan kepada Mendagri bahwa (Pj) Bupati Maybrat harus orang Maybrat," ujarnya.
Adapun calon Penjabat yang diusulkan adalah Ferdinandus Taa.
Menurut dia, Ferdinandus Taa layak dan memenuhi syarat dan juga putra terbaik Maybrat.
Karena pengamatan menjelang pelantikan, muncul banyak konflik. Sudah ada palang memalang di kantor Bupati.
"Sudah ada aksi yang dilakukan masyarakat Maybrat yaitu demo di Manokwari maupun di Maybrat. Itu baru awal belum ada pelantikan," ungkapnya.
Ia berharap, Mendagri jangan menciptakan konflik dengan penunjukan Penjabat Bupati Maybrat dari luar daerah.
Yang terpenting, menurut dia, kehadiran Ferdinandus Taa sebagai anak asli Maybrat mampu menyelesaikan masalah menjelang pemilu nanti.