Kabar Baik, Raja Ampat Punya 2 Anakan Hiu Belimbing, Telur-telur Lain Segera Menetas

Ia yakin program ini akan berhasil mengembalikan populasi hiu belimbing di Raja Ampat dan jadi model dunia dalam mengembalikan populasi hiu belimbimg

Penulis: redaksi | Editor: Tarsisius M
Istimewa
Dua anakan hiu belimbing menetas dari kantung telur di tempat penetasan atau hatchery di Pulau Kri, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Sabtu (17/9/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM- Dua anakan hiu belimbing menetas dari kantung telur di tempat penetasan atau hatchery di Pulau Kri, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Sabtu (17/9/2022).

Kedua anakan hiu belimbing tersebut sangat sehat dan langsung makan pakan yang disediakan yaitu cumi dan rebung.

Koordinator lapangan Tim Pokja StAR Project, Nesha Ichida, menyatakan kedua anak hiu belimbing itu untuk sementara diidentifikasi berjenis kelamin betina.

“Karena clasper (organ reproduksi jantan) kadang masih terlalu kecil untuk terlihat pada anakan yang baru beberapa hari umurnya, saya akan klarifikasi lagi dalam beberapa hari ke depan,” kata Nesha Ichida.

Nesha menyebut kedua anakan hiu belimbing itu memiliki ukuran yang berbeda.

Baca juga: Wisata Papua Barat Selain Raja Ampat, Ada Juga di Sorong: Pulau Doom hingga Danau Framu yang Memukau

Satu panjangnya 32 cm dan berat 101 gram dan satu lagi sepanjang 30.5 cm dan berat 97 gram.

Kedua telur yang menetas ini berasal dari betina yang sama pada 24 April lalu.

Telur-telur lain ada pada Mei 2022 dan diperkirakan mulai menetas beberapa minggu ke depan.

“Saya ingin mengucapkan selamat untuk semua rekan-rekan pokja dan ketua pokja Prof Dr Charlie D Heatubun, S.Hut, M.Si yang membuat terobosan program pertama di dunia," ujar Nesha Ichida.

Ia yakin program ini akan berhasil mengembalikan populasi hiu belimbing di Raja Ampat dan menjadi model dunia dalam mengembalikan populasi hiu belimbing.

Baca juga: Pesona Teluk Cenderawasih Wisata Papua Barat Unggulan, Jadi Populasi Ratusan Hiu Paus

Dalam program konvervasi hiu belimbing ini, Project StAR bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Papua Barat.

Telur-telur hiu yang sedang dalam pemeliharaan di tempat penetasan lokal akan dilepasliarkan di Kawasan Konservasi di Perairan Kepulauan Raja Ampat.

Tujuannya untuk meningkatkan populasi asli hiu belimbing yang hampir punah.

Upaya ini didukung oleh ReShark, sebuah badan konservasi internasional yang beranggotakan lebih dari 60 institusi akademik, kebun binatang dan akuarium, lembaga nirlaba, dan lembaga pemerintah. (*)

 

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved