Berita Papua Barat

Tiga Sektor Usaha Topang Pertumbuhan Ekonomi Papua Barat Triwulan III 2022

Tiga Sektor Usaha Topang Pertumbuhan Ekonomi Papua Barat Triwulan III 2022 perekonomian Papua Barat triwulan III tahun 2022 tumbuh sebesar 3,70

TRIBUNPAPUABARAT.COM/F. WEKING
PEREKONOMIAN - Kepala Bagian Umum BPS Papua Barat, Johannis Lekatompessy saat memaparkan kondisi perekonomian Papua Barat triwulan III 2022, pada Senin (7/11/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perekonomian Provinsi Papua Barat triwulan III tahun 2022 tumbuh sebesar 3,70 persen (year on year/yoy) jika dibandingkan triwulan III tahun 2021.

Kepala Bagian Umum BPS Papua Barat Johannis Lekatompessy mengatakan, produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga konstan meningkat dari Rp 15,074 miliar pada triwulan III 2021 menjadi Rp 15,631 miliar.

Sama halnya dengan PDRB atas dasar harga berlaku yang juga meningkat dari Rp 21,018 miliar menjadi Rp 23,190 miliar.

Baca juga: BPS Papua Barat Bakal Libatkan Aparat Keamanan untuk Pendataan Awal Regsosek

Baca juga: BPS Papua Barat Canangkan Pembangunan Zona Integritas, Wujudkan Birokrat Integritas Tinggi

"Jika dibandingkan dengan triwulan II tahun 2022, ekonomi Papua Barat tumbuh 0,54 persen (Q-to-Q)," kata Johannis Lekatompessy di Manokwari, Senin (7/11/2022).

Ia menjelaskan, hampir semua lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif bila dibandingkan triwulan yang sama tahun 2021.

Ada tiga lapangan usaha yang memberikan kontribusi terbesar terhadap perekonomian Papua Barat.

Meliputi, industri pengolahan yang tumbuh 3,55 persen (yoy) dengan share sebanyak 26,76 persen terhadap struktur PDRB.

Lapangan usaha pertambangan dan penggalian tumbuh 9,09 persen (yoy) dengan share 18,49 persen terhadap PDRB.

Kemudian, lapangan usaha jasa konstruksi tumbuh 1,09 persen (yoy) dengan share 13,78 persen.

"Pertambangan dan penggalian merupakan sumber pertumbuhan tertinggi yakni 1,68 persen," terang Johannis Lekatompessy.

Lapangan usaha lainnya yang juga tumbuh positif adalah pertanian, administrasi pemerintah, perdagangan, transportasi dan pergudangan.

Selanjutnya, informasi dan komunikasi, real estate, akomodasi dan makan minum, jasa lainnya, jasa perusahaan, dan pengadaan listrik.

"Yang terkontraksi hanya jasa pendidikan, jasa keuangan dan asuransi, jasa kesehatan, serta pengadaan air," ucap Johannis Lekatompessy.

Dari sisi komponen pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Papua Barat ditopang oleh ekspor luar negeri dengan share 43,81 persen.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved