Mahasiswa Mansel Demo

BREAKING NEWS - Puluhan Mahasiswa Demo di Kantor Dinas Pendidikan Mansel, Ini Tuntutannya

Lanjut dia, selain persoalan akademik, biaya untuk pembayaran listrik, persampahan dan kontrakan ikut terganggu.

TribunPapuabarat.com//Elias Andi Paonganan
DEMO - Puluhan mahasiswa di Manokwari Selatan demo di kantor Dinas Pendidikan Manokwari Selatan, Senin (28/8/2023). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANSEL - Puluhan mahasiswa asal Kabupaten Manokwari Selatan demo di Dinas Pendidikan Manokwari Selatan (Mansel), Ransiki, Senin (28/8/2023).

Demo tersebut untuk mempertanyakan beasiswa mereka belum juga disalurkan.

Saat melakukan aksi, puluhan mahasiswa itu melakukan pemalangan Kantor Dinas Pendidikan serta membakar ban.

Baca juga: Pemerintah Pusat Ambil Alih Masalah Beasiswa Mahasiswa Papua, Wamedagri: Pekan Depan Selesai

Baca juga: Pemkot Jayapura Setop Beasiswa Otsus untuk 5 Mahasiswa Papua di Salatiga

Selain itu, dari pantaun TribunPapuaBarat.com, pendemo juga menempelkan catatan di depan pintu Dinas Pendidikan yakni;

1. Kami mahasiswa-mahasiswi datang untuk menuntut hak kami

2. Kami tidak menuntut hak bapak dan ibu punya gaji.

3. Undang-undang nomor 21 tahun 2021 tentang otonomi khusus bagi orang asli Papua.

Setelah melakukan aksi demo, pendemo menuju ke Kantor Bupati Mansel

Saat berada di kantor Sekretariat Daerah (Sekda), pendemo bertemu dengan Wabup Wempi Rengkung didampingi Sekda dr Hengki V Tewu.

Didepan Wabup Wempi Rengkung, Koordinator aksi Boby Towansiba menyampaikan beberapa point aspirasi, antara lain:

Di antaranya, mempertanyakan beasiswa yang belum disalurkan. Padahal menurutnya dana otsus sudah disalurkan.

"Akibat itu beberapa mahasiswa hari ini tidak kuliah. Bahkan tidak mengikuti kuliah kerja nyata (KKN) karena tunggakan uang semester," ungkapnya.

Lanjut dia, selain persoalan akademik, biaya untuk pembayaran listrik, persampahan dan kontrakan ikut terganggu.

bakar ban di mansel
BAKAR BAN - Puluhan masiswa di Manokwari Selatan membakar ban di halaman kantro Dinas Pendidikan Manokwari Selatan, Senin (28/8/2023).

Bahkan, pemilik kontrakan terus mempertanyakan pembayaran bulanan.

"Penggunaan dana otsus sudah jelas, sehingga kami mahasiswa mengharapkan tidak ada kepentingan-kepentingan pejabat untuk salah gunakan," katanya.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved