Berita Fakfak

Fakfak Birding Berhasil Identifikasi Tiga Jenis Burung Cenderawasih di Cagar Alam Fakfak

Untuk mengamati burung dengan julukan Bird of Paradise atau Burung Surga itu dikatakannya sangatlah mudah, hanya dibutuhkan kesabaran saja. 

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Libertus Manik Allo
Istimewa
BIRD WATCHING - Salah satu spot pengamatan burung termasuk Burung Cenderawasih di Kawasan Cagar Alam Fakfak, Provinsi Papua Barat, Selasa (19/9/2023). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Fakfak Birding and Wildlife sebagai pusat pemandu wisata minat khusus pemantauan burung atau bird watching, berhasil mengidentifikasi 3 jenis Burung Cenderawasih di Kawasan Cagar Alam Fakfak.

Hal itu disampaikan Founder atau Ketua dari Fakfak Birding and Wildlife, Purwanto kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak Papua Barat, Selasa (19/9/2022). 

"Ada tiga spot pengamatan Burung Cenderawasih di Kawasan Cagar Alam Fakfak, dan terdapat tiga jenis yang berhasil diidentifikasi sejauh pengamatan kami," ujarnya.

Baca juga: Cantiknya Pesona Alam Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Ada Pulau Matas Lokas Penetasan Penyu

Baca juga: Bandingan dengan Raja Ampat, Ini Cantiknya Teluk Cenderawasih Wisata Papua Barat di Wondama

Purwanto menyebutkan, tiga jenis Burung Cenderawasih yang berhasil diidentifikasi yaitu Cenderawasih Kuning Kecil (Lesser Bird of Paradise), Cenderawasih Belah Rotan (Magnificent Bird of Paradise), dan Cenderawasih Towa Cemerlang (Magnificent riflebird). 

Lelaki yang akrab disapa Aponk itu mengatakan, pihaknya memantau burung di Kawasan Cagar Alam Fakfak yang berfokus pada titik pengamatan kilo 7 hingga kilo 18. 

"Alasan kami memilih lokasi pengamatan burung di Kawasan Cagar Alam karena ini merupakan kawasan hutan lindung, sehingga tentu hutannya masih alami dan potensinya luar biasa," ujarnya.

Untuk mengamati burung dengan julukan Bird of Paradise atau Burung Surga itu dikatakannya sangatlah mudah, hanya dibutuhkan kesabaran saja. 

"Kita bisa menemukan dan melihatnya di pepohonan dalam Kawasan Cagar Alam Fakfak pada pagi dan sore hari," tuturnya.

Bagi Purwanto dan kawan-kawan pecinta burung, tentu melihat Burung Cenderawasih langsung di habitatnya merupakan pengalaman yang tak ternilai.

"Ini sangat berharga karena bisa mendengar kicauannya dan melihatnya mengepakkan sayap, sungguh alam Papua itu ialah tempat ternyaman mereka (Burung Cenderawasih)," katanya.

Ia menuturkan tak hanya Burung Cenderawasih, tetapi setidaknya ada 125 spesies burung atau aves di Kawasan Cagar Alam Fakfak.

"Saat ini kami juga sudah memanfaatkan kawasan tersebut sebagai ekowisata pengamatan burung," tandasnya.

Dikatakannya, pengembangan kawasan tersebut sebagai ekowisata bird watching ialah sebagai solusi untuk masyarakat sekitar. 

"Sehingga masyarakat bisa memperoleh penghasilan, nantinya orang mau lihat Burung Cenderawasih atau lainnya dengan masuk ke situ maka harus bayar," tandasnya. 

Tentunya dengan adanya ekowisata maka masyarakat juga dapat diberdayakan, dan sebagai pemilik hak ulayat merasa memiliki dan menjaga kawasan itu dari perambahan atau pemburu burung.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved