Berita Fakfak
Fakfak Birding Berhasil Identifikasi Tiga Jenis Burung Cenderawasih di Cagar Alam Fakfak
Untuk mengamati burung dengan julukan Bird of Paradise atau Burung Surga itu dikatakannya sangatlah mudah, hanya dibutuhkan kesabaran saja.
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Libertus Manik Allo
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Fakfak Birding and Wildlife sebagai pusat pemandu wisata minat khusus pemantauan burung atau bird watching, berhasil mengidentifikasi 3 jenis Burung Cenderawasih di Kawasan Cagar Alam Fakfak.
Hal itu disampaikan Founder atau Ketua dari Fakfak Birding and Wildlife, Purwanto kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak Papua Barat, Selasa (19/9/2022).
"Ada tiga spot pengamatan Burung Cenderawasih di Kawasan Cagar Alam Fakfak, dan terdapat tiga jenis yang berhasil diidentifikasi sejauh pengamatan kami," ujarnya.
Baca juga: Cantiknya Pesona Alam Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Ada Pulau Matas Lokas Penetasan Penyu
Baca juga: Bandingan dengan Raja Ampat, Ini Cantiknya Teluk Cenderawasih Wisata Papua Barat di Wondama
Purwanto menyebutkan, tiga jenis Burung Cenderawasih yang berhasil diidentifikasi yaitu Cenderawasih Kuning Kecil (Lesser Bird of Paradise), Cenderawasih Belah Rotan (Magnificent Bird of Paradise), dan Cenderawasih Towa Cemerlang (Magnificent riflebird).
Lelaki yang akrab disapa Aponk itu mengatakan, pihaknya memantau burung di Kawasan Cagar Alam Fakfak yang berfokus pada titik pengamatan kilo 7 hingga kilo 18.
"Alasan kami memilih lokasi pengamatan burung di Kawasan Cagar Alam karena ini merupakan kawasan hutan lindung, sehingga tentu hutannya masih alami dan potensinya luar biasa," ujarnya.
Untuk mengamati burung dengan julukan Bird of Paradise atau Burung Surga itu dikatakannya sangatlah mudah, hanya dibutuhkan kesabaran saja.
"Kita bisa menemukan dan melihatnya di pepohonan dalam Kawasan Cagar Alam Fakfak pada pagi dan sore hari," tuturnya.
Bagi Purwanto dan kawan-kawan pecinta burung, tentu melihat Burung Cenderawasih langsung di habitatnya merupakan pengalaman yang tak ternilai.
"Ini sangat berharga karena bisa mendengar kicauannya dan melihatnya mengepakkan sayap, sungguh alam Papua itu ialah tempat ternyaman mereka (Burung Cenderawasih)," katanya.
Ia menuturkan tak hanya Burung Cenderawasih, tetapi setidaknya ada 125 spesies burung atau aves di Kawasan Cagar Alam Fakfak.
"Saat ini kami juga sudah memanfaatkan kawasan tersebut sebagai ekowisata pengamatan burung," tandasnya.
Dikatakannya, pengembangan kawasan tersebut sebagai ekowisata bird watching ialah sebagai solusi untuk masyarakat sekitar.
"Sehingga masyarakat bisa memperoleh penghasilan, nantinya orang mau lihat Burung Cenderawasih atau lainnya dengan masuk ke situ maka harus bayar," tandasnya.
Tentunya dengan adanya ekowisata maka masyarakat juga dapat diberdayakan, dan sebagai pemilik hak ulayat merasa memiliki dan menjaga kawasan itu dari perambahan atau pemburu burung.
"Sejauh ini wisatawan luar daerah bahkan luar negeri datang ke Fakfak paling banyak itu tujuannya untuk mengamati burung, dan itu kami pandu mereka," bebernya.
Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan semua pihak bahwa kekayaan alam Papua bukan soal emas.
"Tetapi jauh dari itu, kita punya jenis-jenis burung termasuk Burung Cenderawasih yang sebagai identitas Papua dan harus dijaga serta dilestarikan baik di alam," tambahnya.
Tak hanya sekadar mengamati burung di Cagar Alam Fakfak, tetapi ia juga menjadi member dari jaringan pengamat burung internasional sehingga apa yang diidentifikasinya di lapangan langsung disubmit.
"Saya laporkan ke aplikasinya begitu, jadi orang dari seluruh dunia bisa melihat di Fakfak ada jenis-jenis burung apa saja," tutupnya.
Ia berharap dari apa yang telah dikerjakannya untuk Kabupaten Fakfak, dapat mendapatkan sentuhan positif dari Bupati Fakfak Untung Tamsil.
"Kami telah mengenalkan potensi keanekaragaman burung di Fakfak ini dari tahun 2017 dengan kamera pribadi sehingga ada harapan perhatian itu ada," tandasnya.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.