Selasa, 19 Mei 2026

Info Unipa

Prof Sepus Fatem: Pegunungan Arfak Cocok Jadi Motor Penggerak Daerah Pertanian Modern

Di Kabupaten Pegaf terdapat ekosistem danau di ketinggian lebih dari 1700 m di atas permukaan laut (dpl).

Tayang:
zoom-inlihat foto Prof Sepus Fatem: Pegunungan Arfak Cocok Jadi Motor Penggerak Daerah Pertanian Modern
TribunPapuaBarat.com//Kresensia Kurniawati Mala Pasa
Ketua Tim Kajian Fahutan Unipa Profesor Sepus Fatem 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Tim Kajian Fakultas Kehutanan (Fahutan) Universitas Papua (Unipa) mendorong pengembangan agroekowisata di Kabupaten Pegunungan Arfak, Provinsi Papua Barat.

Ketua Tim Kajian Fahutan Unipa Profesor Sepus Fatem menilai, Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) sangat cocok menjadi leading sector atau motor penggerak daerah yang terintegrasi dengan pertanian modern.

Ia mengatakan, dari 10 spot pariwisata andalan Kabupaten Pegaf yang dipetakan tim kajian Fahutan Unipa, destinasi Udohotma dan Kebun Bunga didorong menggunakan konsep agroekowisata.

Baca juga: Fahutan Unipa Perkuat Relasi dengan Dunia Usaha dan Industri, Jonni Marwa: Jembatan bagi Alumni

Baca juga: Unipa Berhasil Identifikasi 10 Lokus Destinasi Ekowisata Andalan Pegunungan Arfak

“Seiring dengan platform pembangunan berkelanjutan, maka sektor-sektor hijau berupa jasa lingkungan menjadi fokus dalam rangka percepatan pembangunan di Provinsi Papua Barat,” ungkap Sepus Fatem saat diwawancarai TribunPapuaBarat.com di Manokwari, Senin (19/2/2024).

Profesor di bidang ilmu konservasi sumber daya alam, itu mengaku, ekowisata Pegaf sangat khas, karena merupakan perwakilan ekosistem terestrial di kawasan Kepala Burung Pulau Papua yang kaya akan keanekaragamn hayati.

Di Kabupaten Pegaf terdapat ekosistem danau di ketinggian lebih dari 1700 m di atas permukaan laut (dpl).

“Jika membuat perbandingan, di Papua hanya Danau Habema di Wamena, Danau Paniai dan Danau Anggi yang berada di ketinggian lebih dari 1500 m dpl, ditempat lain tidak ada,” ujar Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Unipa.

Ia menjelaskan, Pegaf berada di zona ketinggian maka kelembaban dan suhu dinginnya tinggi karena topografi wilayah pegunungan, bahkan sering disebut kabupaten kulkas.

Artinya, keadaan suhu demikian memberikan manfaat ekologi bagi pertanian masyarakat.

Produksi jenis sayur dan buah dataran tinggi seperti kentang, wortel, sawi dan markisa, nenas dan strawberry, maupun keragaman jenis bunga cukup melimpah.

Dalam dokumen RTRW Kabupaten Pegunungan Arfak, ucapnya, akan terlihat pola ruang Pegunungan Arfak ditetapkan sebagai kawasan strategis geopark.

Sedangkan fungsi hutan sekitar 277.335 ha atau 84,07 persen dari total luas Kabupaten Pegaf merupakan kawasan lindung.

Indeks bahaya tanah longsor sangat tinggi yakni 94 persen, dengan 80 persen wilayah berada pada morfologi pegunungan tinggi dan 61 persen kemiringan lahan diatas 40 persen.

“Selain itu, Pegunungan Arfak memilki perbedaan ekosistem dan budaya yang berbeda jauh dengan wilayah etnik lain di Papua Barat,” paparnya.

Ia mengaku, keunikan itu terlihat dari jenis burung cantik kelompok cenderawasih maupun kelompok burung pintar/bower bird, jenis mamalia primitif landak moncong panjang, Katak Arfak maupun Kanguru Pohon arfak, hingga corak kehidupan masyarakat Arfak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved