Berikut Komentar Parpol-parpol yang Tergabung di Koalisi 8 Partai Papua Barat
Ketua DPD Partai Garuda Papua Barat, Harton Tapilatu, menyatakan koalisi ini belum menyatakan sikap kepada calon gubernur tertentu
Penulis: Marvin Raubaba | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/8-parpol-non-parlemen.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Delapan partai politik di Papua Barat resmi membentuk koalisi menatap pemilihan kepala daerah alias Pilkada 2024 pada November mendatang.
Pembentukan koalisi itu melalui pertemuan di satu kafe di Manokwari, Papua Barat, Selasa (19/3/2024).
Koalisi yang diberi nama 8 Partai Papua Barat itu terdiri dari Partai Gelora, Garuda, Hanura, PKN, UMMAT, PSI, PBB, dan Partai Buruh.
Sekretaris DPW PSI Papua Barat, Edison Baransano, mengatakan tugas koalisi ini adalah melakukan asesmen awal dalam mencari calon pemimpin terbaik menurut versi rakyat.
"Kita belum tahu berapa bakal calon yang maju, tetapi kami akan menjajaki lebih detail," katanya.
Baca juga: Mahkamah Konsitusi Larang Ubah Jadwal Pilkada 2024, Begini Respons Sejumlah Partai Politik
Menurutnya, kehadiran koalisi ini bukan bagian dari tim sukses, namun sebagai partai politik sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa peran parpol juga signifikan.
"Selama ini, masyarakat hanya melihat tim sukses, tapi peserta pemilu yakni parpol juga berperan sebagai pengusung dan pendukung," ujar Edison Baransano.
Sekretaris DPW Partai Bulan Bintang Papua Barat, Sirudin Rumalutur, menyatakan suara 8 Partai Papua Barat berpotensi diberikan bagi bakal calon yang maju.
Menurutnya, 43.362 suara dalam koalisi jika digabungkan dengan satu parpol yang memiliki kursi di DPR Papua Barat, maka akan lebih kuat.
"Misalnya jika digabungkan dengan Partai Demokrat, bisa saja kekuatan ini bisa mengusung satu kandidat di pilgub," kata Sirudin Rumalutur.
Baca juga: Gagal Dapat Kursi di DPR Papua Barat, 8 Parpol Ini Bentuk Koalisi Pilgub 2024
Ketua DPD Partai Garuda Papua Barat, Harton Tapilatu, menyatakan koalisi ini belum menyatakan sikap kepada calon gubernur tertentu karena masih melihat peta situasi politik di Papua Barat.
Koalisi ini, kata dia, juga ingin melihat keseriusan dari bakal calon gubernur yang akan maju.
"Partai non seat ini bukan berarti partai yang tidak punya massa, tetapi partai yang memiliki mesin dan kekuatan di daerah apalagi jika suara digabungkan jadi satu," katanya.
Menurut Harton Tapilatu, 8 Partai Papua Barat terbuka bagi siapapun kandidat yang ingin membangun komunikasi.
"Kami mau membangun satu poros baru di Papua Barat dan tentu harus berdampak bagi seluruh masyarakat. Kita harus memilih pemimpin yang berpihak kepada masyarakat," ujarnya.
partai politik
8 Partai Papua Barat
Edison Baransano
Sirudin Rumalutur
Harton Tapilatu
Papua Barat
Pilkada 2024
| BEM Unipa Pertanyakan Tindak Lanjut Aspirasi Penolakan PSN dan Militerisme, Ini Respons DPR |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Papua Barat Rabu 20 Mei 2026, Sejumlah Wilayah Diguyur Hujan Ringan |
|
|---|
| Polres Fakfak Raih Peringkat Pertama Giat Kepolisian Triwulan I 2026 |
|
|---|
| Polda Papua Barat Catat 971 Kasus Kamtibmas pada Triwulan I 2026, Manokwari Tertinggi |
|
|---|
| Supratman Andi Agtas Resmikan 2.025 Posbankum di Papua Barat dan Papua Barat Daya |
|
|---|