Info Unipa

Upaya FPIK Unipa Lengkapi Laboratorium dan Dorong Dua Prodi D3 Jadi S1

Untuk itu, FPIK Unipa resmi menjalin kerja sama dengan Komunitas Menyelam Ketapang Manokwari melalui teken perjanjian pada Jumat, (3/5/2024).

Tribunpapuabarat.com//Kresensia Kurniawati Mala Pasa
FPIK UNIPA - Dekan FPIK Unipa Dr. Selvi Tebaiy diwawancarai usai penandatangan PKS dengan KDC Manokwari di aula FPIK Unipa, Jumat (3/5/2024). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Pada tahun ini Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Papua (Unipa) berusaha melengkapi laboratoriumnya, baik keempat laboratorium dalam gedung maupun laboratorium alam.

Dekan FPIK Unipa Dr Selvi Tebaiy mengatakan, pihak fakultas juga sedang mengurus dua program studi diploma III menjadi program sarjana (S1).

Kedua program diploma itu yakni D3 Budidaya Perairan, dan satu program diploma di kampus Raja Ampat, Papua Barat Daya yaitu D3 Ekowisata.

Baca juga: Profil Meky Sagrim, Petahana Calon Rektor UNIPA

Baca juga: FPIK UNIPA Teken PKS dengan KDC Manokwari, Genjot Potensi Teluk Doreri Jadi Laboratorium Alam

Sementara program sarjana FPIK Unipa saat ini, yakni S1 Ilmu Kelautan, S1 Manajemen Sumber Daya Perairan.

“Sebenarnya peluang lab alam besar karena Papua dengan kekayaan alamny, tapi belum dimaksimalkan,” ungkap Selvi Tebaiy diwawancarai di Manokwari, Senin (6/5/2024).

Ia mengatakan, pada tahun ini laboratorium alam FPIK Unipa berekspansi ke Teluk Doreri Manokwari.

Untuk itu, FPIK Unipa resmi menjalin kerja sama dengan Komunitas Menyelam Ketapang Manokwari melalui teken perjanjian pada Jumat, (3/5/2024).

Dari sisi peralatan, ia mengaku laboratorium Sumber Daya Perairan FPIK Unipa terus berupaya melengkapi alat selamnya, seperti baju dan tabung.

Salah satu yang diandalkan laboratorium FPIK Unipa yaitu sudah bisa melayani pengisian tabung oksigen karena kompresornya telah beroperasi dengan baik.

Laboratorium FPIK Unipa juga dilengkapi satu unit long boat bermesin Jonson 15pk, hibah dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat pada 2018.

Selvi Tebaiy menyebut, anggaran untuk melengkapi keempat laboratorium dalam gedung bersumber dari pagu Unipa, termasuk dana revitalisasi yang baru dikucurkan pada tahun ini.

“Kemarin kita usul untuk dana revitalisasi (PTN) kurang lebih lima atau enam miliar. Sementara lab alam baru diinisasi, jadi baru mencari peluang untuk dikembangkan,” jelasnya.

Menurut dia, pengembangan laboratorium alam niscaya membutuhkan keterlibatan mitra lain, termasuk pemerintah daerah setempat.

Lantaran, FPIK Unipa memiliki keterbatasan dana dan akses menuju lokasi yang bepotensi menjadi laboratorium alam.

Ia menyampaikan, memiliki laboratorium alam atau field station merupakan kerinduan FPIK Unipa sejak lama.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved