Info UNIPA
FATETA UNIPA Gelar Pelatihan Smart Farming
Smart Farming mencakup berbagai topik terkait dengan penerapan teknologi terbaru dalam pertanian
Penulis: Matius Pilamo Siep | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Fateta-2016.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA) Universitas Papua (UNIPA) menggelar pelatihan smart farming.
Pelatihan ini bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dosen dan mahasiswa di bidang teknik pertanian dan biosistem.
Kegiatan berlangsung di ruang kelas teknologi hasil pertanian (THP) FATETA UNIPA, Manokwari, Papua Barat, Rabu (13/11/2024).
Baca juga: Bina Akrab Fakultas Teknologi Pertanian UNIPA Resmi Ditutup
Baca juga: Beri Kuliah Umum di UNIPA, Yance de Fretes Ingatkan Pentingnya Pengelolaan Hutan yang Bijaksana
Pelatihan ini merupakan salah satu kegiatan yang didanai oleh Program Revitalisasi Perguruan Tinggi Negeri (PR-PTN) tahun anggaran 2024.
Smart farming bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan teknologi pertanian di lingkungan perguruan tinggi, khususnya di FATETA UNIPA.
Dekan FATETA UNIPA Budi Santoso mengatakan, pelatihan ini diadakan untuk memperkenalkan dan memperdalam pemahaman tentang penerapan teknologi pertanian modern kepada dosen dan mahasiswa.
“Smart farming adalah solusi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian. Kami berharap melalui pelatihan ini, para dosen dan mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga dapat mengimplementasikan teknologi ini dalam riset dan pengajaran,” ujar Budi Santoso.
Narasumber yang diundang dalam pelatihan tersebut yaitu, Dr Mareli Telaumbanua dari Prodi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.
Smart Farming mencakup berbagai topik terkait dengan penerapan teknologi terbaru dalam pertanian seperti tantangan pertanian Indonesia, pengenalan smart farming, otomatisasi di bidang pertanian, pertanian berbasis internet of thing (loT).
Setelah pemaparan materi, dilanjutkan dengan praktek smart farming tentang penjelasan program sensor suhu air, suhu lingkungan, kelembaban lingkungan, intensitas cahaya dan sensor lengas tanah.
Hal itu untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang pelatihan ini dilakukan.
Para peserta pelatihan juga diberikan pemahaman tentang penggunaan teknologi-teknologi, dalam meningkatkan hasil pertanian serta efisiensi penggunaan sumber daya alam.
(*)